BALIEXPRESS.ID-Siapa sangka di balik wajah harmonis sebuah keluarga, tersimpan tragedi kelam yang mengguncang warga Komplek Puri Anggrek, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Wadison Pasaribu (37), pria yang dikenal lembut dan romantis, ternyata pelaku pembunuhan istrinya sendiri, Petry Sihombing (35).
Baca Juga: Pura-Pura Menangis Disamping Jasad Istri, Wadison Pasaribu Ternyata Pelaku Pembunuhan Sang Istri
Tragisnya, hanya sebulan sebelum kejadian nahas itu, Wadison merayakan ulang tahun sang istri dengan cukup istimewa.
Menurut keterangan tetangga, perayaan ulang tahun ke-35 Petry dilakukan di sebuah hotel di Kabupaten Serang, dan momen itu sempat diceritakan korban dengan penuh bahagia kepada orang-orang terdekat.
“Satu bulan sebelum kejadian itu, sempat merayakan ulang tahun istrinya di hotel,” kata seorang kerabat sekaligus tetangga korban, Rabu (4/6/2025). “Katanya itu bentuk cinta Wadison ke istrinya.”
Baca Juga: Jarang Dimainkan, Fitrul Eks Persib Bandung Tetap Dipercaya Bali United Dua Musim ke Depan
Petry dan Wadison dikenal tetangga sebagai pasangan yang harmonis dan tak pernah terdengar cekcok.
Keluarga ini bahkan kerap membuat iri para warga sekitar karena sikap mereka yang saling perhatian dan mesra di depan umum.
“Kami nggak percaya awalnya. Mereka kelihatan romantis banget, gak pernah kelihatan ribut,” ujar salah satu warga.
Namun semua kesan itu hancur ketika fakta sebenarnya terungkap.
Polisi menyatakan bahwa Wadisonlah yang membunuh istrinya sendiri, mencekik dan menjerat leher Petry hingga tewas, lalu pura-pura menjadi korban perampokan.
Warga juga mengungkap bahwa pasangan ini belum lama tinggal di Komplek Puri Anggrek.
Baca Juga: GEGER! Sempat Direkayasa Perampokan, Petry Sihombing Ternyata Dibunuh Suami, Begini Skenario Pelaku
Sebelumnya, mereka menetap di Bayah, Kabupaten Lebak, karena Wadison bekerja sebagai bank keliling.
Baru sekitar satu tahun terakhir mereka pindah ke Kota Serang demi pendidikan anak mereka.
“Ini juga baru satu tahun di sini, katanya anaknya mau sekolah makanya pindah. Rumahnya baru selesai dibenahi juga,” ucap warga.
Kisah Wadison dan Petry menjadi pengingat tragis bahwa keharmonisan yang tampak di luar tak selalu mencerminkan kenyataan di dalam.
Editor : Wiwin Meliana