Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dedi Mulyadi Tinjau Polsek Weru Usai Penangkapan Geng Motor, Siap Masukkan ke Barak Militer

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 10 Juni 2025 | 19:57 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi Kunjungi Polsek Weru Usai Penangkapan Anggota Geng Motor
Gubernur Dedi Mulyadi Kunjungi Polsek Weru Usai Penangkapan Anggota Geng Motor

BALIEXPRESS.ID-Pasca penangkapan sembilan anggota geng motor oleh Unit Reskrim Polsek Weru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung melakukan kunjungan ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Weru, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu siang, 7 Juni 2025.

Kesembilan remaja tersebut sebelumnya ditangkap setelah diduga melakukan penyerangan terhadap warga di wilayah Weru Gede, pada Rabu dini hari, 4 Juni 2025.

Baca Juga: Miris! Anak-anak Terlibat Aksi Kekerasan, Diduga Dikaderisasi Senior: Ternyata dari Keluarga Kurang Mampu

Kunjungan Gubernur Dedi merupakan bentuk dukungan moral kepada aparat kepolisian yang telah bertindak cepat mengamankan para pelaku, sekaligus upaya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, yang dibagikan pada Minggu, 8 Juni 2025, Dedi tampak didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni dan Kapolsek Weru Kompol Sudarman.

Dedi mengapresiasi langkah cepat Polsek Weru dalam merespons laporan masyarakat.

"Kita ke Polsek Weru untuk memberikan supporting terhadap jajaran Polsek Weru dan Polresta Cirebon yang menangani dengan cepat anak-anak yang melakukan pelemparan rumah warga dan pengancaman serta bawa Sajam. Itu namanya geng motor," ujar Dedi dalam video yang dikutip pada Selasa, 10 Juni 2025.

Tak hanya meninjau langsung, Gubernur yang kerap disapa KDM itu juga berdialog dengan para anggota geng motor yang telah diamankan, serta berbicara langsung dengan pihak sekolah dan para orang tua pelaku.

Baca Juga: Ida Bagus Gede Pujawan, Upayakan Desa Wisata Sangeh Berkembang Jadi Ramayana Park

Dalam perbincangan tersebut, salah satu orang tua sempat mempertanyakan kapan anak-anak mereka akan dikirim ke barak militer.

"Iya, nanti itu kan angkatan kedua. Nanti setelah Idul Adha atau saat libur kenaikan kelas ya. Tapi ditangani sama Kapolres aja sudah. Kapolres nya sanggup nanganin," jawab Dedi.

Dedi juga menekankan pentingnya pemberlakuan jam malam untuk pelajar sebagai bentuk perlindungan dan pembinaan.

"Iya main motornya malam-malam, makanya pentingnya ada jam malam, itu fungsinya. Dan orang tua juga perlu tegas," ujarnya.

Unggahan Dedi tersebut pun menuai berbagai tanggapan positif dari warganet. Banyak yang mendukung kebijakan penanganan geng motor serta penerapan jam malam bagi pelajar.

"Ini bukti setiap kebijakan nya, pasti ada sisi positive nya bpk. semangat trus," tulis akun @siee_zoya.

"Gubernur yang selalu mempunyai ide cemerlang," komentar akun @david.idrus.

Baca Juga: Hapus PR Sekolah, Dedi Mulyadi Dorong Pembelajaran Kontekstual di Rumah

"Tu kan jelas.. motor.. Jam malam.. sudah ditangani, sosialisasi.. masih juga.. ibu2 itu menyetujui mendaftarkan masukin barak.. meresahkan warga, ortu mengizinkan masuk barak,.." tambah akun @agusmunawarsalim.

Sementara itu, akun @reinaailana berpendapat, "Kmrn ada yg komen, ngapain pakai jam malam, kayak kondisi darurat aja. Ya mmg kondisinya sudah darurat, anak2 melakukan kekerasan, tawuran, minum-minuman keras, merokok, begadang dll. Perlu dibuka mata mereka."

Tak sedikit pula yang memuji kepedulian Gubernur terhadap generasi muda.

"Terimakasih pak peduli dgn generasi penerus, semoga menular ke pejabat2 lain..." tulis akun @kluwuz222.

Langkah cepat aparat dan perhatian pemerintah daerah dinilai menjadi sinyal kuat bahwa isu geng motor dan kenakalan remaja menjadi prioritas bersama yang harus segera ditangani secara kolaboratif antara penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat.

 

Editor : Wiwin Meliana
#geng motor #barak militer #polsek weru #dedi mulyadi