Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dedi Mulyadi Santai Diberi Banyak Julukun, Dari Gubernur Lambe Turah Hingga Gubernur Tol*l

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 25 Juni 2025 | 17:58 WIB

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Julukan Gubernur Tol*l
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Julukan Gubernur Tol*l

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan usai mengunggah video pernyataan pribadi di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, pada Selasa, 24 Juni 2025.

Dalam video tersebut, Dedi merespons berbagai kritik dan julukan negatif yang diarahkan kepadanya, namun dengan nada santai dan penuh refleksi.

Baca Juga: Ribuan Warganet Brasil Serbu Instagram Prabowo, Suarakan Keprihatinan atas Hilangnya Juliana di Gunung Rinjani

“Saya mengucapkan banyak terima kasih ya bagi yang sudah mencintai saya. Ada yang memuji, ada yang mengkritik,” ujar Dedi dalam video tersebut, dikutip Rabu, 25 Juni 2025.

Ia bahkan menyebut beberapa julukan yang sempat disematkan kepadanya oleh para pengkritik, seperti gubernur konten, gubernur lambe turah, Mulyono Jilid 2, sampai mendapatkan julukan gubernur yang dungu.

“Saya tidak tahu apakah ucapannya ditujukan kepada saya, bukan saya tidak tahu. Tetapi orang menanggapi bahwa ucapannya ditujukan kepada saya,” ucapnya.

Meskipun demikian, ia mengajak masyarakat untuk menyikapi kritik dengan tenang.

Dedi menegaskan bahwa yang terpenting baginya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Bagi saya lebih baik menjadi pemimpin yang dianggap tol*l, tapi bisa berbuat yang terbaik bagi kepentingan masyarakatnya, bisa membangun transparansi anggaran pemerintah sehingga publik bisa mengakses, kemudian dana yang dibancakan sudah saya buktikan semua, saya manfaatkan untuk kepentingan publik, seperti membangun sekolah baru, memperbaiki ruang kelas, memberikan beasiswa untuk yang kurang mampu,” jelasnya.

Baca Juga: Kocak! Warga Minta Dedi Mulyadi Masukkan ‘Orang Sunda Lupa Bahasa Sunda’ ke Barak

Ia juga menyebut sejumlah capaian pembangunan di masa kepemimpinannya, termasuk infrastruktur dan jaminan sosial.

Dedi menambahkan bahwa jembatan gantung mulai dibangun dan rumah warga korban longsor perlahan telah diganti.

Ia juga membantu warga terdampak penggusuran dengan memberikan dana untuk kontrakan dan usaha baru.

Bagi Dedi, seluruh kebijakan tersebut dilakukan demi kepentingan banyak orang.

“Seluruh rangkaian itu dilakukan untuk kebaikan masyarakat. Bagi saya seorang pemimpin yang diutamakan adalah kepentingan banyak orang, bukan kepentingan sedikit orang,” ucapnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan tentang esensi kepemimpinan.

“Bagi saya menjadi pemimpin yang beragamanya baik yaitu pemimpin yang mampu mengelola keuangan negara dengan baik dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyatnya,” tutup Dedi.

Pernyataan tersebut langsung disambut hangat oleh warganet. Banyak yang menyampaikan dukungan dan apresiasi melalui kolom komentar.

“Emang ada ya GUBERNUR yang selalu minta maaf setiap pagi, tidak marah kalau dijelek-jelekkan dan masih banyak lagi. Sehat selalu Kang,” ketik akun @ana.lutfi.

Baca Juga: GEGER! Bayi Baru Lahir Diletakkan di Teras Rumah Warga, Terbungkus Kain dan Ari-Ari

“T0L*L = Terbaik, Otentik, Lugas, Optimis, Luar biasa ---> tombol like & mencintai Bapak,” tulis akun @gustiajudewi.

“Tetap tenang pakkk. Manusia adalah miniatur alam semesta. Lebih luas dari cacian. Lebih besar dari pujian,” kata akun @piepopppp.

“Yang kusuka dari KDM sampe saat ini tuh dablek. Orang bilang apa aja selagi itu baik di gasss aja. Ga peduli. Sehat-sehat terus Kang. Salam dari anak Abah,” ujar akun @mutiasyahrul.

“Semakin banyak yg menghujat, insyaallah semakin tinggi derajatnya,” tulis akun @candriatnasusan.

Unggahan Dedi Mulyadi ini menambah daftar panjang respons publik terhadap gaya kepemimpinannya yang dinilai berani, terbuka, dan penuh terobosan, meski kerap menuai kritik di ruang digital.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Gubernur Konten #lambe turah #dedi mulyadi #Julukan