Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Tahan Dihujat, Anak Kandung Akhirnya Jemput Ibu Nasikah di Panti Lansia

Wiwin Meliana • Senin, 30 Juni 2025 | 14:58 WIB

Ibu Nasikah Akhirnya Dijemput Anak Kandungnya
Ibu Nasikah Akhirnya Dijemput Anak Kandungnya

BALIEXPRESS.ID—Kisah pilu Ibu Nasikah, lansia asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang dibuang oleh anak kandungnya ke Griya Lansia, akhirnya berakhir dengan penjemputan kembali.

Namun, tindakan ini justru menuai reaksi sinis dari publik yang mempertanyakan ketulusan sang anak.

Baca Juga: Bayi Kembar di Buleleng Derita Infeksi Paru-Paru dan Gagal Tumbuh Kembang, Kini Butuh Biaya Pengobatan

Kisah ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan proses penyerahan Nasikah ke Griya Lansia Husnul Khatimah oleh dua anak perempuannya, berinisial SR dan F, beredar luas.

Dalam video yang diunggah Ketua Yayasan, Arief Camra, tampak kedua anak tersebut menyerahkan sang ibu dengan menyertakan surat pernyataan bermaterai yang menyebut mereka siap tidak dihubungi jika sang ibu wafat.

Surat dan tindakan mereka langsung menuai kecaman tajam dari masyarakat.

Baca Juga: Belum Usai Evakuasi Truk Molen, Kecelakaan Truk Kembali Gegerkan Kubutambahan

Banyak warganet menilai tindakan SR dan F tidak mencerminkan bakti seorang anak kepada orang tua.

 "Bagaimana bisa ibu yang telah melahirkan dan membesarkan mereka diperlakukan seperti ini?" tulis salah satu komentar netizen di media sosial.

Griya Lansia Husnul Khatimah sendiri diketahui biasanya hanya menerima lansia yang benar-benar tidak memiliki keluarga.

Namun dalam kasus ini, pihak yayasan mengaku menerima Nasikah atas dasar kemanusiaan.

"Kami tak sampai hati menolaknya meskipun beliau masih punya anak," ujar Arief dikutip dari Pojoksatu.id.

Baca Juga: TRAGIS! I Nyoman Budiasa Tewas Dihantam Truk Molen Rem Blong di Kubutambahan

Setelah tekanan dari masyarakat meningkat dan sorotan publik terus menguat, SR dan F akhirnya menjemput kembali ibu mereka.

Namun, alih-alih menuai simpati, penjemputan tersebut justru dianggap sebagai tindakan untuk meredam kemarahan publik.

"Ini bukan bentuk pertobatan, tapi karena malu dan terpojok," tulis seorang warganet.

 Banyak yang meragukan bahwa keputusan menjemput sang ibu dilakukan dengan niat tulus, melainkan karena tekanan sosial semata.

Meski demikian, banyak pihak berharap penjemputan ini menjadi titik balik hubungan antara Ibu Nasikah dan anak-anaknya. Sejumlah tokoh masyarakat juga menyerukan pentingnya pendidikan nilai dan empati dalam keluarga, agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

Editor : Wiwin Meliana
#ibu dibuang #sidoarjo #Panti Lansia #dijemput