Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dedi Mulyadi Sampaikan 4 Langkah Strategis Perusakan Rumah Retret Di Sukabumi: Siap Kawal Proses Hukum

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 1 Juli 2025 | 17:25 WIB

Dedi Mulyadi Sampaikan 4 Langkah Strategis Perusakan Rumah Retret Di Sukabumi
Dedi Mulyadi Sampaikan 4 Langkah Strategis Perusakan Rumah Retret Di Sukabumi

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali angkat suara terkait insiden perusakan rumah pribadi yang kerap digunakan sebagai tempat retret pelajar Kristen di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Mahasiswa PBID UPMI Bali Lulus Tanpa Skripsi, Tuntaskan Tugas Akhir Lewat Buku Sastra dan Jurnalistik

Melalui video pernyataan yang diunggah saat dalam perjalanan pulang dari lokasi kejadian di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Senin, 30 Juni 2025, Dedi menyampaikan empat poin penting sebagai bentuk komitmen dalam menangani kasus tersebut secara menyeluruh.

“Saya sampaikan empat hal ya, yang pertama, peristiwa perusakan yang dilakukan oleh warga terhadap rumah Ibu Nina yang dihuni oleh Pak Yongki dan keluarga sebanyak sembilan orang dan sudah berpenduduk sebagai warga Desa Tangkil merupakan peristiwa pidana yang harus disikapi secara hukum,” ujar Dedi, dikutip Selasa, 1 Juli 2025.

Baca Juga: Emak-Emak Curi 3 HP dan Uang Penunggu Pasien RSUD, Modusnya Pura-Pura Jadi Pengunjung

Ia menegaskan bahwa proses hukum harus dijalankan secara objektif dan berdasarkan bukti-bukti yang ada.

“Untuk itu saya meyakini proses hukumnya akan berjalan secara objektif. Saya meyakini aparat kepolisian, Polres Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, akan bekerja berdasarkan fakta-fakta dan alat bukti yang ada,” imbuhnya.

“Saya akan mengawal seluruh proses hukumnya itu agar berjalan secara baik, objektif dan tuntas,” lanjutnya menegaskan komitmennya.

Selain aspek hukum, Dedi juga menyoroti dampak psikologis yang dialami keluarga korban.

“Yang kedua, keluarga Pak Yongki pasti mengalami kerugian dan trauma psikologi juga pasti dialami oleh istri dan anaknya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dedi menyatakan bahwa tim psikolog dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan turun langsung ke lokasi.

“Untuk itu, tim psikolog dari Pemda Provinsi Jawa Barat besok akan turun ke lokasi (Selasa, 1 Juli) untuk memberikan bantuan psikologi agar keluarga Pak Yongki dan anak-anaknya tidak mengalami ketertekanan psikis dan selanjutnya bisa hidup tenang dan damai serta hidup rukun dengan tetangga-tetangganya,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Brasil Galang Donasi Untuk Agam Rinjani, Rekan Tim SAR Soroti Kurangnya Pengakuan Kolektif

Dalam poin ketiga, Dedi menegaskan bahwa kerusakan rumah akibat aksi massa akan ditanggung sepenuhnya oleh dirinya pribadi.

“Kerusakan yang ditimbulkan akibat ulah warga yang dilakukan secara beramai-ramai, kerusakannya ditanggung oleh saya sendiri. Dan saya sudah mengirim uang 100 juta kepada keluarga Pak Yongki untuk segera dilakukan perbaikan dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari kegiatan anarkis tersebut,” ujar Gubernur yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi).

Terakhir, Dedi berharap agar masyarakat sekitar dapat kembali menjaga kerukunan dalam bingkai keberagaman.

“Yang keempat, saya pastikan bahwa masyarakat di sekitar akan kembali hidup rukun dan damai, saling menghormati dan menghargai, setiap perbedaan yang menjadi keyakinannya masing-masing,” ucapnya.

Pernyataan tersebut pun langsung mendapat beragam reaksi positif dari warganet di media sosial.

Banyak yang memberikan apresiasi atas respons cepat dan langkah konkret sang gubernur.

“Gubernur terbaik tergercep tersibuk,” tulis akun @wilbams.

“Nuhun pisan pak Gubernur nu bijaksana, Tuhan memberkati @dedimulyadi71,” tulis akun @rastincoffee.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bantu Korban Perusakan Rumah Retret di Sukabumi, Serahkan Rp100 Juta dan Kirim Psikiater

Bahkan penyanyi Sammy Simorangkir turut memberikan komentarnya, “Terima kasih pak @dedimulyadi71, mohon tindak tegas semua oknum perusak persatuan itu pak!!” ketik akun @sammysimorangkir.

Namun demikian, beberapa komentar juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang nyata dan tidak sekadar damai di permukaan.

“Kalau nggak ada yang masuk sel, berarti tanda tanya besar! Kawal terus!” tulis akun @tansuk__dato.

“Usut tuntas, nggak usah ada istilah kekeluargaan segala! Nggak ada keluarga yang nyerang rumah keluarga yang lain!” tegas akun @bay_fadillah.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan penegakan hukum tanpa pandang bulu demi terciptanya keadilan dan kedamaian bersama.

 

Editor : Wiwin Meliana
#perusakan #pelajar #Rumah Retret #sukabumi #dedi mulyadi #kristen