BALIEXPRESS.ID-Kasus perusakan rumah pribadi milik Maria Veronica Nina di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, terus menjadi perhatian publik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyampaikan informasi baru melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Rabu, 2 Juli 2025.
Baca Juga: KABAR DUKA! Musisi Dangdut Legendaris Hamdan ATT Meninggal Dunia, Ini Sakit yang Diderita
Dalam unggahan tersebut, Dedi terlihat mengunjungi langsung lokasi villa milik Ibu Nina dan berbincang hangat dengan korban yang rumahnya sempat menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok massa beberapa waktu lalu.
“Berarti di sini tempat berdoa, kalau ibu lagi pusing,” ucap Dedi saat melihat suasana villa Nina dikutip Rabu, 2 Juli 2025
Dalam percakapan yang terekam, Dedi menggali informasi seputar kehidupan sehari-hari Nina dan keluarganya yang diketahui sering menggunakan villa tersebut untuk retret dan kegiatan rohani bersama kerabat.
“Kan ada adiknya ibu, ada ponakannya, aku suami dan anakku juga, jadi bersembilan,” jawab Nina saat ditanya siapa saja yang biasa tinggal di villa tersebut.
Dedi juga memastikan apakah selama ini hubungan dengan warga sekitar berjalan baik.
“Ga ada masalah apa-apa pak,” jawab Nina singkat.
Namun Dedi kemudian menyampaikan bahwa permasalahan muncul saat adanya kegiatan keagamaan yang dipahami sebagai kegiatan ibadah umat Kristen, yang ditanggapi keliru oleh sekelompok warga.
Ketika ditanya soal peristiwa malam kejadian, Nina mengungkapkan bahwa ia bersama keluarganya justru dibantu dan dievakuasi oleh warga menggunakan sepeda motor.
“Saya dibawa warga pakai motor, pertama dibawa ke rumahnya ngumpul dulu di situ, bahkan mereka bolak-balik bawa kita,” jelas Nina.
Baca Juga: Gubernur Koster Desak Pertamina Tuntaskan Investigasi BBM Pertalite Bermasalah
Dedi kemudian menegaskan bahwa sikap kooperatif warga dalam mengevakuasi korban harus diapresiasi.
“Oh artinya ibu dievakuasi oleh warga untuk diselamatkan. Artinya sikap kooperatif warga terhadap penyelamatan ibu juga tinggi,” ujar Dedi.
Melalui keterangan unggahan videonya, Dedi pun menyampaikan pesan penting:
“FAKTA ‼️‼️‼️‼️ Ada kelompok warga yang secara aktif menyelamatkan keluarga Ibu Nina saat kejadian. #Toleransi itu nyata.”
Unggahan tersebut mendapat berbagai komentar dari netizen. Banyak yang mengapresiasi langkah Dedi Mulyadi, namun tak sedikit pula yang mendesak agar proses hukum terhadap pelaku tetap diprioritaskan.
“Pelakunya harus diproses hukum, saya muslim tapi tidak diajarkan untuk merusak punya orang lain apapun agamanya,” tulis akun @novia_swastika.
“Retreat itu bukan ritual tapi lebih kepada mengambil waktu untuk refleksi diri dan berdoa,” kata akun @purnamaelina.
Baca Juga: Viral! Pria Paruh Baya Naik Panggung Ardha Chandra saat PKB 2025, Diduga Buat Konten Facebook Pro
“Gak usah kemana-mana, pak. Fokusnya pada oknum pelaku perusakan. Tolong ditindak secara hukum. Masa kalah gercep sama kasus skincare yang langsung bisa diurus secara hukum,” ujar akun @hsie_nam_bella.
Sebelumnya, Dedi telah memastikan bahwa proses hukum terhadap perusakan villa milik Nina akan dikawal hingga tuntas.
Polda Jabar telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini, dan penyidikan masih terus berlanjut.
Peristiwa ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Jawa Barat.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan menjaga kerukunan sosial di tengah perbedaan.
Editor : Wiwin Meliana