BALIEXPRESS.ID – Di tengah upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang terus berlanjut di perairan Selat Bali, keberadaan nahkoda kapal, Agus Slamet, masih menjadi misteri.
Hingga Kamis (3/7/2025) sore, pria yang memegang lisensi Ahli Nautika Tingkat III itu belum ditemukan dan diduga termasuk dalam daftar orang hilang pasca insiden tragis tersebut.
Baca Juga: Tangis Lia di Kursi Roda: Istri Korban Kecelakaan Maut di Buleleng Hadiri Pengabenan Suami Tercinta
Informasi dari seorang pejabat internal yang enggan disebutkan namanya menyebut, seorang nahkoda memiliki tanggung jawab tertinggi atas keselamatan kapal, penumpang, awak kapal, muatan, hingga lingkungan maritim selama pelayaran.
“Belum ditemukan, tidak ada laporan sejauh ini. Tapi jika mengacu pada kode etik dan pelatihan pelayaran, nahkoda akan menjadi yang terakhir berupaya menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Radar Banyuwangi.
Agus Slamet diketahui memimpin langsung pelayaran malam nahas itu, saat kapal bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.
Baca Juga: Kakak Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Alami Firasat Ini Sebelum Kejadian
Di tengah perjalanan, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin hingga menyebabkan blackout sekitar pukul 00.19 WITA. Tak lama setelah itu, KMP Tunu Pratama Jaya terbalik dan hilang dari radar.
Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Sebanyak 35 orang dilaporkan selamat, 5 ditemukan meninggal dunia, dan sisanya—termasuk sang nahkoda—masih dalam proses pencarian.
Koordinator Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, mengatakan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan meski cuaca buruk sempat menjadi tantangan besar.
“Kami tetap menyisir area prioritas, meskipun arus laut kuat dan gelombang mencapai 2,5 meter,” jelasnya.
Sementara itu, pihak keluarga Agus Slamet terus menunggu kabar di posko pencarian Pelabuhan Ketapang.
Baca Juga: Penuh Haru! Kadek Januarbawa Korban Kecelakaan Liligundi Diaben, Istri Hadir dengan Luka dan Tangis
Suasana di lokasi terlihat penuh kecemasan dan harapan agar sang nahkoda bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
Pihak operator penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry, menyatakan dukungan penuh terhadap proses evakuasi dan pencarian, serta menjamin keamanan operasional rute Ketapang-Gilimanuk.
Kisah Agus Slamet kini menjadi sorotan, bukan hanya karena tanggung jawabnya sebagai nahkoda, tetapi juga sebagai simbol keberanian dan dedikasi dalam profesi pelaut.
Banyak yang berharap, seperti nahkoda-nahkoda tangguh lainnya, ia bertahan hingga akhir untuk menyelamatkan nyawa orang lain.
Proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR kini memperluas radius pencarian ke arah selatan Selat Bali, sesuai dengan prediksi arus laut. Sementara itu, harapan keluarga dan masyarakat masih menyala untuk setiap korban yang belum ditemukan.
Editor : Wiwin Meliana