Tokoh Kunci OPM Tewas di Intan Jaya: Terkuak Peran Mengerikan Enos Tipagau dan Dampaknya bagi Papua!
I Putu Suyatra• Minggu, 6 Juli 2025 | 19:43 WIB
Enos Tipagau
BALIEXPRESS.ID – Sabtu kelabu (5/7) menjadi akhir dari sepak terjang salah satu tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) paling dicari, Enos Tipagau.
Dalam sebuah operasi penegakan hukum intensif oleh Satgas Operasi Damai Cartenz, Enos tewas di Kampung Baitapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, mengguncang jagat keamanan dan menyisakan banyak pertanyaan.
Siapakah sebenarnya Enos Tipagau dan seberapa besar dampaknya kematiannya bagi stabilitas di Tanah Papua?
Operasi Senyap dan Detik-Detik Penindakan
Pagi itu, sekitar pukul 07.14 WIT, suasana di Kampung Baitapa berubah mencekam.
Setelah penyelidikan berbulan-bulan, tim elit Satgas Operasi Damai Cartenz akhirnya berhasil melacak keberadaan Enos.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan bahwa kontak senjata yang tak terhindarkan itu adalah hasil dari pemantauan panjang terhadap target.
"Penindakan dilakukan pukul 07.14 WIT. Dalam kontak tembak tersebut, Enos Tipagau tewas," terang Brigjen Pol Faizal, mengakhiri perburuan terhadap sosok yang telah lama meresahkan ini.
Jejak Gelap Enos Tipagau: Komandan Operasi di Balik Rentetan Teror
Enos Tipagau bukan sekadar anggota OPM biasa. Ia memegang posisi sentral sebagai komandan operasi Kodap VIII OPM di wilayah Intan Jaya, yang mencakup Dusun Tigindoga, Kampung Bilogai, Baitapa, hingga Jalai.
Afilisasinya langsung dengan kelompok bersenjata pimpinan Undius Kogoya, salah satu nama besar di jaringan OPM Papua, menunjukkan betapa berbahayanya peran Enos.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa Enos adalah otak di balik berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut.
"Ini bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror dan kekerasan di Intan Jaya," ujarnya, memberikan gambaran jelas tentang misi di balik operasi ini.
Dari Lapas hingga DPO: Catatan Kejahatan yang Menghantui
Kisah Enos Tipagau juga diwarnai dengan pelarian sensasional. Sebelumnya, ia adalah narapidana kasus pidana umum yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Namun, Enos berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Nabire dan kembali bergabung dengan kelompok bersenjata di pegunungan Papua.
Sejak saat itu, namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kementerian Hukum dan HAM akibat serangkaian kejahatan bersenjata yang dilakukannya.
Daftar Kelam Kekerasan: Menewaskan Warga Sipil dan Prajurit TNI
Sejak tahun 2021, catatan kejahatan Enos terus bertambah. Ia terlibat dalam:
Penembakan warga sipil yang tak berdosa.
Kontak senjata mematikan yang menewaskan prajurit TNI, Prada Ginanjar, di Kampung Mamba.
Serangan brutal pada Oktober 2021 yang tak hanya menewaskan seorang balita, tetapi juga melukai warga sipil dan anggota TNI.
Perintah pembakaran kios dan mobil ambulans milik Bandara Bilorai.
Aktif dalam pengiriman senjata dan perencanaan serangan lainnya yang mengancam keamanan.
Masa Depan Keamanan Intan Jaya: Langkah Penting dalam Penumpasan OPM?
Kematian Enos Tipagau menjadi pukulan telak bagi jaringan OPM di Intan Jaya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian integral dari strategi penegakan hukum untuk menumpas kekerasan bersenjata yang masih merajalela di Papua.
Penindakan terhadap tokoh kunci seperti Enos diharapkan dapat secara signifikan melemahkan jaringan OPM yang selama ini kerap meneror masyarakat.
Apakah kematian Enos Tipagau akan membawa perubahan signifikan bagi keamanan di Intan Jaya?
Akankah ini menjadi awal dari era baru stabilitas di Papua Tengah? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. ***