Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekam Jejak Kompol I Made Yogi Purusa, Perwira Polisi yang Dipecat Akibat Kasus Pembunuhan Anak Buahnya di Gili Trawangan

I Putu Suyatra • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:44 WIB

Kompol I Made Yogi (kiri) dan Brigadir Nurhadi
Kompol I Made Yogi (kiri) dan Brigadir Nurhadi

BALIEXPRESS.ID – Kasus kematian tragis Brigadir Nurhadi di sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Rabu (16/4/2025), terus menyita perhatian publik.

Kini, teka-teki mulai terkuak dengan ditetapkannya Kompol I Made Yogi Purusa Utama, seorang perwira polisi dengan rekam jejak mentereng, sebagai tersangka utama.

Siapa sebenarnya Kompol Yogi Purusa? Bagaimana ia bisa terjerat dalam kasus yang mengguncang institusi Polri ini?  

Profil dan Karier Cemerlang yang Berakhir Tragis

Kompol I Made Yogi Purusa Utama, lahir di Jembrana, Bali, adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2010.

Ia merupakan satu angkatan dengan AKP Irfan Widyanto, peraih Adhi Makayasa Akpol 2010 yang juga tersandung kasus obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Yogi Purusa juga telah menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 2017 dan bahkan berhasil lulus seleksi Sespimen pada tahun 2024, sebuah capaian yang kini terancam dianulir akibat kasus ini.

Dengan gelar lengkap Kompol I Made Yogi Purusa Utama, S.E., S.I.K., M.H., ia dikenal memiliki perjalanan karier yang cukup cemerlang di kepolisian.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, termasuk Kasatresnarkoba Polresta Mataram, kemudian Kasatreskrim Polresta Mataram pada April 2023, hingga terakhir dimutasi ke Bidpropam Polda NTB pada November 2024 sebagai Kasubbid Paminal.

Namun, karier cemerlangnya harus terhenti setelah ia dipecat secara tidak hormat (PTDH) sejak Selasa (27/5/2025) lantaran terlibat dalam pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi.  

Harta Kekayaan Kompol Yogi Purusa: Mencapai Rp1,1 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompol Yogi Purusa tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1,16 miliar.

Mayoritas hartanya berasal dari tanah dan bangunan seluas 135 m2/100 m2 di Kabupaten Sidoarjo senilai Rp1,1 miliar.

Ia juga memiliki motor Yamaha XMAX tahun 2018 senilai Rp45 juta dan kas sebesar Rp18 juta.

Rincian Lengkap Harta Kekayaan Kompol I Made Yogi Purusa Utama (per 10 Januari 2024):

Kronologi Tragis Kematian Brigadir Nurhadi: Pesta, Rayuan, dan Cekikan Maut

Kematian Brigadir Nurhadi, anggota Propam Polda NTB, bermula ketika ia diajak oleh Kompol Yogi dan satu tersangka lainnya, Ipda Haris Chandra (HC), untuk berpesta di Gili Trawangan.

Dalam pesta tersebut, Brigadir Nurhadi diduga mengonsumsi obat penenang riklona dan pil ekstasi atau inex.

Tragedi bermula saat Nurhadi disebut mencoba merayu dan mendekati salah satu teman wanita tersangka.

Sekitar pukul 21.00 WITA, salah satu tersangka di vila tersebut mengabari bahwa Brigadir Nurhadi sudah berada di kolam dan diangkat.

Awalnya, kematian Nurhadi dikabarkan akibat tenggelam. Namun, hasil autopsi dokter forensik mengungkap fakta mengejutkan: tulang lidah Nurhadi patah akibat cekikan, serta ditemukan luka memar di bagian kepala depan dan belakang akibat benda tumpul.

"Jadi ada kekerasan pencekikan yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air," jelas Dokter Forensik Unram, dr. Arfi Samsun.

Meskipun tiga tersangka telah ditetapkan, termasuk seorang perempuan berinisial M, Ditreskrimum Polda NTB masih mendalami siapa pelaku pencekikan utama.

"Ini yang masih kami dalami, sampai hari ini kita belum dapatkan pengakuan," ujar Kombes Syarif Hidayat, Dirreskrimum Polda NTB.

Hasil pemeriksaan poligraf atau pendeteksi kebohongan juga mengindikasikan bahwa seluruh jawaban dari para tersangka sebagian besar adalah kebohongan.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi institusi Polri, terutama dengan keterlibatan seorang perwira tinggi seperti Kompol I Made Yogi Purusa Utama.

Publik kini menanti kejelasan dan keadilan dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Brigadir Nurhadi #pembunuhan #polri #Kompol I Made Yogi Purusa Utama #polda ntb