PLN Raih Penghargaan di IBEA 2025 Berkat Komitmen dalam Transisi Energi Nasional
Ninuk Febriani• Kamis, 10 Juli 2025 | 01:28 WIB
Ketua Dewan Juri Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2025, Tumiran (tengah) dan Ketua Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim (kanan) saat menyerahkan penghargaan Leading Nati
BALI EXPRESS.ID — PT PLN (Persero) kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional. Dalam ajang Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2025, PLN meraih penghargaan sebagai "Leading National Company Committed for Implementing Energy Transition in Indonesia." Penghargaan ini menjadi pengakuan nyata atas peran PLN dalam mendorong transformasi sektor kelistrikan menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Juri IBEA 2025, Tumiran, bersama Ketua Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim, kepada Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, dalam malam puncak IBEA yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 4 Juli 2025.
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung berkapasitas 110 megawatt (MW). PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC.
Menurut Tumiran, PLN dinilai layak menerima penghargaan ini karena kontribusinya yang konsisten dalam mengembangkan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), mempercepat digitalisasi sistem kelistrikan, serta membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. PLN juga aktif menyediakan layanan energi hijau, seperti Renewable Energy Certificate (REC) dan Green Booster.
“PLN bukan hanya aktif di sisi hulu, tapi juga berperan dalam kolaborasi nasional dan internasional untuk mengejar target Net Zero Emissions Indonesia pada 2060,” ujarnya.
Tumiran menegaskan bahwa IBEA 2025 tidak hanya sekadar ajang penghargaan, tetapi juga menjadi wadah bagi lahirnya inovasi-inovasi energi yang mendorong kemajuan industri dalam negeri. Ia mendorong pemerintah untuk mendukung pelaku industri lokal serta menyiapkan generasi muda Indonesia sebagai tenaga kerja unggul di sektor energi bersih.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, yang hadir mewakili Menteri ESDM, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari hidro, panas bumi, bioenergi, angin, laut, hingga nuklir, yang kini juga dimasukkan dalam RUPTL terbaru.
“Dari sisi keandalan dan keekonomian, energi terbarukan kini sudah sangat layak untuk dikembangkan,” ungkap Dadan.
Ketua Dewan Juri IBEA 2025, Tumiran menjelaskan bahwa PLN layak menerima penghargaan ini karena peran strategisnya dalam mendorong berbagai inisiatif transisi energi, mulai dari pengembangan pembangki
Mewakili Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi semangat baru bagi insan PLN untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada energi nasional.
“Kami tidak hanya berfokus pada penurunan emisi karbon dan pencapaian Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Adi.
Ia menegaskan bahwa PLN siap menjalankan RUPTL 2025–2034, yang menargetkan porsi pembangkit EBT sebesar 61% atau setara 42,6 GW, termasuk pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) dan PLTA Pumped Storage sebesar 10,3 GW.
“Sebagai motor penggerak transisi energi, kami siap melaksanakan RUPTL hijau secara masif dan terintegrasi. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mewujudkan masa depan energi Indonesia yang bersih dan berkelanjutan,” pungkas Adi.