BALIEXPRESS.ID– Identitas perempuan muda yang sebelumnya menjadi teka-teki dalam kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan kini terungkap.
Ia adalah Misri Puspita Sari, 23 tahun, yang kini ikut dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan bersama dua perwira polisi: Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda I Gede Aris Chandra Widianto.
Namun di balik status hukumnya sebagai tersangka, Misri disebut mengalami tekanan psikis berat yang memprihatinkan.
Kuasa hukumnya, Yan Mangandar Putra, menyampaikan bahwa sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juni 2025, Misri menunjukkan gejala gangguan psikologis, bahkan kerap mengalami kesurupan.
“Saat sesi hipnoterapi, dia sempat kerasukan. Dia menyebut ada sosok besar, seperti raksasa tanpa wajah, yang melarangnya membuka cerita malam itu,” ungkap Yan kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).
Menurut Yan, kondisi tersebut bukan hanya akibat tekanan kasus, tetapi juga karena dugaan adanya ancaman atau tekanan dari pihak lain, termasuk jaringan prostitusi yang diduga memperkerjakan Misri sebelum peristiwa di Gili Trawangan terjadi.
“Dia bukan hanya takut pada Yogi, tapi juga mungkin pada orang-orang kuat yang berada di balik sistem gelap ini,” ucapnya.
Yan pun menekankan bahwa Misri datang ke Gili bukan dengan niat jahat, melainkan karena ajakan dan permintaan dari Kompol Yogi, yang saat itu menjadi pelanggannya.
Baca Juga: Suami Pergoki Istri Berduaan dengan Bos Toko Buah dan Sayur, Reaksinya Bikin Geger
“Dia datang dalam kondisi ‘fly’, ikut saja apa kata pelanggan. Tidak paham apa yang akan terjadi. Jadi tidak pantas dia dijadikan kambing hitam,” tegasnya.
Misri sendiri diketahui berasal dari keluarga kurang mampu dan menjadi tulang punggung keluarga sejak sang ayah meninggal.
Ia harus menanggung biaya hidup ibu dan lima adiknya, tanpa pernah mengenyam bangku kuliah.
Kasus ini masih dalam tahap penyidikan intensif oleh Polda NTB. Namun, Yan meminta publik untuk tidak melupakan sisi kemanusiaan dari kliennya.
Baca Juga: Sewa Misri Rp 10 Juta, Ternyata Segini Kekayaan Kompol Yogi, Bukan Polisi Tajir
“Dia bukan pembunuh. Dia hanya anak muda yang terjebak dalam sistem rusak, lalu diseret ke tragedi yang belum jelas ujungnya,” katanya.
Editor : Wiwin Meliana