Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dampak Penundaan Kapal di Selat Bali: Antrean 10 Kilometer, Sopir Mulai Hilang Kesabaran

Wiwin Meliana • Kamis, 17 Juli 2025 | 19:24 WIB

Adu mulut dan aksi saling dorong antara petugas dan para sopir di pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Adu mulut dan aksi saling dorong antara petugas dan para sopir di pelabuhan Ketapang Banyuwangi

BALIEXPRESS.ID– Penundaan keberangkatan 15 kapal penyeberangan jenis LCT (Landing Craft Tank) di lintas Ketapang–Gilimanuk mulai menimbulkan dampak serius.

Jalur penghubung utama antara Pulau Jawa dan Bali ini kini mengalami kemacetan parah, dengan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 10 kilometer di kedua arah.

Baca Juga: Sopir Truk Demo Besar-Besaran di Ketapang–Gilimanuk, Calo Pelabuhan Diduga Jadi Biang Kerok

Pantauan di lapangan, antrean didominasi kendaraan logistik seperti truk pengangkut barang, bus antarprovinsi, mobil pribadi, dan kendaraan travel yang hendak menyeberang ke Bali atau sebaliknya.

Penundaan pelayaran membuat ribuan penumpang dan sopir harus menunggu berjam-jam hingga berhari-hari di area pelabuhan tanpa kepastian jadwal keberangkatan.

Beberapa sopir truk mulai kehilangan kesabaran karena telah tertahan selama dua hari.

Situasi makin memanas setelah sejumlah video cekcok antara sopir dan petugas tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa sopir meluapkan kemarahan mereka karena keterlambatan pelayaran membuat mereka gagal tepat waktu dalam jadwal bongkar muat barang di tempat tujuan.

Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Alasan KSOP Larang 15 Kapal Berlayar di Selat Bali Usai Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

“Kami bukan robot. Dua hari tertahan, tidur di mobil, makan susah, jadwal kerja kacau. Sampai kapan begini terus?” keluh Dedi (46), sopir truk asal Probolinggo.

Tak hanya pelabuhan, kemacetan juga menjalar ke jalur lintas nasional Banyuwangi–Situbondo di sisi Jawa dan jalur utama Gilimanuk–Denpasar di sisi Bali.

Kendaraan yang tak lagi mendapat ruang di area antrean pelabuhan terpaksa parkir di pinggir jalan, menyempitkan ruas jalan dan memperburuk arus lalu lintas.

Penundaan pelayaran ini merupakan buntut dari larangan berlayar terhadap 15 kapal jenis LCT oleh KSOP Tanjungwangi.

Larangan ini diberlakukan menyusul tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli lalu di Selat Bali. Pemeriksaan terhadap kelayakan kapal mengungkap berbagai pelanggaran keselamatan, sehingga kapal-kapal tersebut tidak diizinkan beroperasi sementara.

Baca Juga: Luna Maya Dikabarkan Hamil Bayi Kembar, Maxime Bilang Begini

Hingga Kamis (17/7), pihak pelabuhan bersama operator kapal dan instansi terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan. Belum ada kepastian kapan 15 kapal LCT tersebut akan kembali diizinkan berlayar.

 

Editor : Wiwin Meliana
#penundaan #kapal lct #ketapang - gilimanuk #sopir