Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanggapi Aksi Demo di Pati, Niluh Djelantik: Kekuasaan Bukan untuk Menyakiti Rakyat

Wiwin Meliana • Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Niluh Djelantik Soroti Aksi Demo Warga Pati
Niluh Djelantik Soroti Aksi Demo Warga Pati

BALIEXPRESS.ID– Aksi demonstrasi besar-besaran warga Kabupaten Pati yang menuntut mundurnya Bupati Sudewo, menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari luar daerah.

Salah satu suara yang turut angkat bicara adalah Anggota DPD RI dari Bali, Niluh Djelantik, yang memberikan tanggapan tegas melalui media sosialnya.

Baca Juga: Dibalik Aksi Demo Pati; Ini Tiga Kebijakan Kontroversi Bupati Sudewo yang Picu Aksi Demo

Dalam unggahannya, Niluh menyampaikan bahwa aksi ribuan warga Pati adalah bukti nyata dari “people’s power”.

Ia menegaskan bahwa kekuasaan seharusnya digunakan untuk menyejahterakan, bukan menyakiti rakyat.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan. People’s power itu nyata. Sadarlah wahai siapapun yang menjadi pemimpin dan memiliki kekuasaan,” tulis Niluh.

Baca Juga: Aksi Massa Memanas! DPRD Pati Bongkar Kebijakan Bupati Lewat Hak Angket

Niluh juga menyentil pemimpin yang abai terhadap penderitaan rakyatnya, serta mengajak semua pihak untuk belajar dari peristiwa yang terjadi di Pati.

“Kekuasaan yang diletakkan di pundakmu untuk mensejahterakan rakyat, bukan untuk mencederai hati rakyat. Belajarlah dari Pati hari ini yang bersimbah air mata anak-anaknya,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang berlangsung Rabu (13/8/2025) di Alun-Alun Pati, berujung ricuh.

Massa yang kecewa atas kebijakan Bupati Sudewo, khususnya terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, memaksa agar sang bupati mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Nyaris Tenggelam di Pantai Kedungu Tabanan, Warga Pangkung Tibah Diselamatkan Bule Prancis

Ketegangan meningkat ketika Sudewo tak kunjung menemui massa, yang kemudian memicu aksi perusakan hingga pembakaran kendaraan dinas.

Meski demikian, Bupati Sudewo menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur, dengan alasan dipilih secara konstitusional dan demokratis.

Ia juga menyatakan menghormati hak angket yang sedang digulirkan DPRD Kabupaten Pati sebagai bagian dari mekanisme pengawasan.

“Saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis. Jadi tidak bisa saya berhenti hanya karena tuntutan seperti ini,” kata Sudewo.

Baca Juga: Polisi Bantah Ada Korban Jiwa dalam Demo Ricuh di Pati, 34 Orang Luka-Luka

Respons Niluh Djelantik pun menjadi salah satu suara nasional yang ikut menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Sudewo di Kabupaten Pati.

Unggahannya viral di media sosial dan menuai banyak dukungan dari netizen yang merasa bahwa pemimpin harus lebih peka terhadap suara rakyat.

Editor : Wiwin Meliana
#bupati pati #kekuasaan #demo #Niluh Djelantik