BALIEXPRESS.ID – Jagat media sosial digemparkan oleh kabar duka yang memilukan seorang balita perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Raya, meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Tubuh kecilnya dipenuhi oleh cacing, dan hasil pemeriksaan medis menyebutkan ia menderita askariasis, infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides).
Baca Juga: Brutal! Geng Motor Keroyok Tiga Remaja Tengah Malam, Dua Pelaku Langsung Ditangkap Warga
Kasus ini menjadi perhatian luas setelah video dan informasi tentang kondisi Raya tersebar di media sosial yang dibagikan melalui akun @rumah_teduh_sahabat_iin. Banyak pihak terkejut dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang anak bisa mengalami kondisi seburuk itu?
Menurut dr. Irfan, dokter instalasi gawat darurat RSUD R. Syamsudin, Sukabumi, infeksi cacing seperti ini terjadi ketika telur cacing masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, atau tangan yang tidak bersih.
“Telur tersebut menetas di usus, lalu berkembang menjadi larva yang dapat menyebar lewat aliran darah ke berbagai organ, termasuk otak. Di sinilah bahaya sebenarnya, karena bisa menyebabkan penurunan kesadaran,” jelas dr. Irfan.
Baca Juga: Viral Video Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara Ternyata Hoaks, Begini Faktanya
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa cacing-cacing tersebut bahkan bisa berpindah ke paru-paru dan naik ke saluran pernapasan hingga keluar dari hidung atau mulut.
Dalam kasus parah seperti Raya, jumlah cacing dalam tubuh bisa sangat banyak dan menyebabkan gangguan di berbagai organ.
Raya, yang masih berusia balita, tumbuh dalam kondisi keluarga yang memprihatinkan. Sang ibu, Endah (38), mengalami gangguan kejiwaan, sementara ayahnya, Udin (32), diketahui menderita TBC—penyakit yang kemudian juga menular kepada Raya.
Baca Juga: Cemburu Buta Berakhir Tragis, Janda Muda Tewas Disiksa Kekasihnya lalu Dibuang
Akibat kondisi tersebut, Raya diasuh oleh neneknya. Namun, lingkungan tempat tinggal mereka tidak steril. Keluarga mereka diketahui memelihara ayam di sekitar rumah, sehingga tidak menutup kemungkinan Raya sering terpapar kotoran ayam yang menjadi sumber infeksi.
“Infeksi cacing sebenarnya umum terjadi, tapi kasus separah ini sangat jarang. Kemungkinan besar ini akibat kombinasi antara askariasis dan infeksi TBC,” terang dr. Irfan.
Kisah tragis Raya membuka mata banyak orang akan pentingnya kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, dan perhatian terhadap kondisi anak-anak yang tinggal di wilayah rentan.
Editor : Wiwin Meliana