Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menko PMK Pilih Bungkam Soal Balita Meninggal Akibat Infeksi Cacing: Mata Saya Agak Ngantuk

Wiwin Meliana • Jumat, 22 Agustus 2025 | 16:54 WIB

Menko PMK Pratikno saat diwawancara soal kematian balita karena infeksi cacing
Menko PMK Pratikno saat diwawancara soal kematian balita karena infeksi cacing

BALIEXPRESS.ID– Tragedi meninggalnya balita bernama Raya (4 tahun) asal Sukabumi, Jawa Barat, akibat infeksi cacing gelang (askariasis), mengundang perhatian luas masyarakat.

Namun, respons dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno justru menuai kritik tajam setelah ia enggan berkomentar dan mengaku "mengantuk" saat ditanya soal kasus memilukan tersebut.

Baca Juga: Dorong Semangat Nasionalisme, 15 Tahun Berturut Turut BRI Berikan Apresiasi Anggota Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional

Dalam video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, Pratikno tampak menghindari pertanyaan wartawan terkait kisah tragis yang menimpa Raya.

Saat diminta tanggapannya soal koordinasi pemerintah atas kasus itu, Pratikno hanya menjawab singkat.

“Mungkin sudah dikoordinasikan [dengan Kementerian Kesehatan],” tanya seorang wartawan, dikutip pada Jumat (22/8/2025).

Namun setelah itu, Pratikno berkelit dan memilih mengakhiri wawancara singkat tersebut dengan alasan yang tak biasa.

“Maaf ya, ini mata saya agak ngantuk,” katanya sembari tertawa dan pergi meninggalkan wartawan.

Baca Juga: Kelurahan Serangan Bersama BTID Perkuat Kolaborasi Lewat Angen Bali dan Teba Modern, Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Sikap itu langsung menuai kecaman di media sosial. Banyak warganet menilai jawaban sang menteri tidak sensitif terhadap tragedi kemanusiaan yang menyentuh banyak hati.

Tidak sedikit pula yang mempertanyakan empati dan tanggung jawab kementerian dalam menangani isu-isu mendasar seputar kesehatan anak dan sanitasi di masyarakat miskin.

“JELAS DARI BAHASANYA, BRO GAK PEDULI ???? miriiiiiiiisss,” tulis akun @gelaticon.

Masih bisa ketawa, mantap kali, bravo.. bravo, @prabowo,” sindir netizen lainnya.

Kasus meninggalnya Raya pertama kali viral melalui akun sosial media @rumah_teduh_sahabat_iin.

Anak perempuan berusia 4 tahun itu dinyatakan meninggal akibat infeksi cacing gelang parah (Ascaris lumbricoides). Dokter IGD RSUD R. Syamsudin, dr. Irfan, menjelaskan bahwa infeksi tersebut bisa menyebabkan larva cacing menyebar ke otak, paru-paru, dan organ vital lainnya.

“Telur cacing bisa masuk lewat makanan, minuman, atau tangan yang tidak bersih. Dalam kasus parah, larva bisa menyebar melalui aliran darah hingga ke otak, menyebabkan penurunan kesadaran,” jelas dr. Irfan.

Baca Juga: Bali Jadi Magnet Kripto, Masuk 10 Besar Pengguna Nasional

Raya hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sang ibu mengalami gangguan kejiwaan, sementara ayahnya menderita TBC yang juga menular kepada Raya. Ia pun diasuh oleh neneknya di lingkungan rumah yang jauh dari sanitasi layak, serta dikelilingi kotoran ayam – salah satu sumber umum penularan telur cacing.

Kondisi inilah yang menyebabkan banyak pihak mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani isu kesehatan dasar, termasuk sanitasi lingkungan, pencegahan penyakit menular, hingga perlindungan anak di wilayah rentan.

Menko PMK Pratikno sempat mengatakan bahwa penanganan kasus berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Kemenkes mengenai penanganan jangka panjang, terutama terkait deteksi dini dan edukasi masyarakat soal infeksi parasit.

Editor : Wiwin Meliana
#Menko PMK #balita meninggal #pratikno #infeksi cacing #ngantuk