BALIEXPRESS.ID– Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, akhirnya angkat bicara setelah rumah pribadinya di kawasan Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, digeruduk dan dijarah massa pada Minggu (31/8) dini hari.
Rumah yang berlokasi di Jalan Mandar itu menjadi sasaran kemarahan massa dalam dua gelombang penyerangan, pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, dan gelombang kedua menyusul pada pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: NAHAS, Baru Kerja Tiga Hari, Buruh Proyek Asal Blitar Tewas Tersetrum di Denpasar Timur
Sejumlah bagian rumah dilaporkan rusak parah, dan beberapa barang pribadi hilang dijarah.
Meski diterpa musibah, Sri Mulyani tetap menunjukkan sikap tenang dan reflektif.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, ia menyampaikan terima kasih atas simpati dan dukungan dari berbagai pihak, serta mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap mengedepankan akhlak dan etika dalam menyuarakan aspirasi.
"Terima kasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini," tulis Sri Mulyani, Senin pagi (1/9).
Dalam pernyataan panjangnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan bahwa membangun bangsa adalah perjuangan yang tidak mudah, dan kerap kali berada di medan yang penuh tantangan dan tekanan.
"Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur," ujarnya.
Baca Juga: UPDATE! Konflik Warga Penestanan Ubud Diselesaikan secara Damai, Ini Isi Kesepakatannya
Sri Mulyani menegaskan bahwa sebagai pejabat negara, ia telah disumpah untuk menjalankan konstitusi dan undang-undang, yang disusun bersama oleh Pemerintah, DPR, DPD, serta partisipasi masyarakat.
Dalam demokrasi, kata dia, ketidakpuasan seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional, bukan dengan aksi anarki.
"Tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan dan kepatutan... Bukan dengan anarki, intimidasi, serta represi," tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat luas, termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga media massa yang telah terus menyuarakan kritik, saran, bahkan sindiran tajam.
"Itu semua adalah bagian dari proses membangun Indonesia," ujarnya.
"Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus"imbuhnya.
Baca Juga: Cuitan Akun Diduga Milik Ahmad Sahroni Viral Usai Penjarahan Rumah, Ini Faktanya
Di akhir pernyataannya, Sri Mulyani mengajak semua pihak untuk kembali fokus membangun negeri dengan semangat persatuan dan keikhlasan. Ia menutup dengan kalimat yang langsung menyentuh hati publik:
"Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, menjarah, membakar, atau memfitnah. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai"pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana