BALIEXPRESS.ID-Pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah orang beratribut ojek online (ojol) diunggah oleh Sekretariat Wakil Presiden belum lama ini.
Namun, pertemuan tersebut justru menuai kritik tajam di media sosial, lantaran diduga hanya bentuk pencitraan.
Sorotan muncul ketika warganet menyadari bahwa salah satu sosok ojol yang hadir dalam pertemuan dengan Gibran adalah orang yang sama saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Maret lalu.
Temuan ini mengundang spekulasi bahwa para ojol tersebut bukanlah mitra pengemudi aktif di lapangan, melainkan sosok yang sering dilibatkan dalam agenda formal.
Temuan tersebut pertama kali viral setelah diunggah oleh akun @inoowdj di media sosial Threads.
Dalam unggahannya, akun itu menyandingkan dua foto berbeda: satu saat pertemuan ojol dengan Gibran, dan satu lagi saat bersama Prabowo. Di kedua foto, terlihat seorang pria berjaket hijau, berkacamata, dengan penampilan yang sama.
"Impostor-nya dia lagi dia lagi. Nggak ada yang lain? Antara pelit atau dikorup pendanaannya," tulis akun tersebut.
Baca Juga: Lomba Surfing 2025 di Nusa Penida Resmi Dibuka, 72 Peselancar Siap Adu Skill
Komentar senada juga muncul dari akun lainnya:
"Yang kacamata siap." – @wulan
"Proyek gede, pimpronya ya muter-muter di situ aja." – @karman****9
"Kaya gitu kan pakai lembaga, ya dia lagi yang dipanggil, katanya mewakili." – @tam****ng
Netizen mempertanyakan apakah mitra yang diundang benar-benar mewakili suara pengemudi ojol lapangan, atau hanya menjadi bagian dari skenario yang sudah disusun.
Sebagai catatan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memang telah mengundang perwakilan dari perusahaan layanan transportasi daring pada 10 Maret 2025 untuk membahas bonus dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mitra pengemudi dan kurir.
Dalam pertemuan itu, hadir CEO GoTo Gojek Tokopedia Patrick Walujo dan CEO Grab Anthony Tan, yang turut membawa beberapa pengemudi mitra. Mereka mengenakan jaket hijau khas masing-masing platform, termasuk para pengemudi yang disebut mewakili aspirasi lapangan.
Prabowo saat itu menegaskan bahwa aplikator harus memberikan bonus hari raya kepada mitra pengemudi, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.
Baca Juga: Pasca Kalah Praperadilan, Pengacara Togar Situmorang Sang Panglima Hukum Ditahan Polda Bali
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Wakil Presiden maupun Kantor Presiden belum memberikan klarifikasi terkait kesamaan sosok ojol dalam dua pertemuan tersebut.
Namun, desakan publik kian menguat agar pemerintah lebih selektif dalam menghadirkan perwakilan masyarakat—terutama dalam isu-isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti kesejahteraan mitra ojol yang selama ini dianggap belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan yang layak.
Editor : Wiwin Meliana