BALIEXPRESS.ID– Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2024–2029.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI Usai Kontroversi Pernyataan di Podcast
Kabar pelantikan Purbaya rupanya turut membuat sang anak, Yudo Sadewa, merasa bangga.
Namun, ekspresi kegembiraan Yudo justru menuai kontroversi setelah unggahan di media sosial miliknya diduga menyindir Sri Mulyani secara frontal.
Dalam unggahan yang beredar luas di platform Thread melalui akun @seduluranakbangsa pada 9 September 2025, Yudo disebut menulis:
"Alhamdulillah, ayah ku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri".
Unggahan itu diduga berasal dari akun Instagram @yvdos4dewa yang sebelumnya memiliki 83 ribu pengikut dan 82 konten.
Baca Juga: Terbesar dan Pertama Kali Terjadi di Bali, Koster Pimpin Penanganan Banjir
Saat ini, akun tersebut telah menghilang dari platform. Yudo diketahui masih memiliki akun lain bernama @yudosadewa, namun kini diprivat dan tidak bisa diakses publik.
Pernyataan Yudo langsung mengundang reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai sikap Yudo tidak dewasa dan terlalu tendensius.
Tak sedikit pula yang menyamakan perilakunya dengan karakter viral "fufufafa" yang dikenal penuh drama dan kontroversi di media sosial.
“Ini anak pejabat tapi kelakuannya kayak admin akun parodi,” tulis seorang pengguna.
“Baru sehari bapaknya dilantik udah bikin gaduh,” tulis warganet lainnya.
Sementara itu, sang ayah, Purbaya Yudhi Sadewa, juga menghadapi kritik tajam terkait pernyataannya soal tuntutan masyarakat.
Baca Juga: Amor ing Acintya! Warga Jembrana Tewas Tersetrum Listrik saat Cek Genangan Air
Ketika ditanya soal "17+8 Tuntutan Rakyat", Purbaya memilih untuk tidak menjawab secara rinci dan menegaskan fokus utamanya adalah percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Saya belum belajar itu, tapi sederhananya begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian merasa terganggu, hidupnya masih kurang ya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9), dikutip dari Antara.
Ia menyatakan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6–7 persen dan yakin ketika ekonomi tumbuh, gejolak sosial akan mereda.
“Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak, dibandingkan demo,” tambahnya.
Pernyataan ini kembali memicu perdebatan di ruang publik. Banyak yang menilai Purbaya terkesan meremehkan aspirasi masyarakat dan tidak memahami substansi dari tuntutan yang disuarakan.
Editor : Wiwin Meliana