Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Heboh Tanggul Laut Misterius di Cilincing Jakarta Utara, Dinas SDA DKI Buka Suara

Wiwin Meliana • Kamis, 11 September 2025 | 17:38 WIB

Warga protes dengan adanya tanggul laut di Cilincing, Jakarta Utara
Warga protes dengan adanya tanggul laut di Cilincing, Jakarta Utara

BALIEXPRESS.ID– Keberadaan tanggul beton sepanjang 2–3 kilometer di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Tanggul yang tampak kokoh berdiri di sepanjang garis pantai itu disebut-sebut menghambat aktivitas nelayan tradisional yang sehari-hari mencari ikan di perairan sekitar.

Baca Juga: Sepasang Jro Mangku Terjebak Banjir di Bali, Istri Meninggal, Warga Galang Donasi untuk Biaya Kremasi

Video keluhan nelayan pertama kali viral usai diunggah akun Instagram @cilincinginfo, memperlihatkan kondisi tanggul dan suara nelayan yang menyayangkan proyek tersebut.

“Kami susah lewat. Tanggulnya tinggi, gak ada jalan. Sekarang mau melaut pun jadi repot,” ujar salah seorang nelayan dalam video itu.

Menanggapi sorotan publik, pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta langsung memberikan klarifikasi.

Mereka menegaskan bahwa pembangunan tanggul itu bukan bagian dari proyek resmi pemerintah, termasuk proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang selama ini menjadi bagian dari penanganan banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta.

Baca Juga: BRI Perkuat Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Rakyat melalui Akselerasi Akses Pembiayaan

“Tanggul tersebut bukan bagian dari proyek atau pekerjaan Tanggul NCICD,” ujar Ciko, perwakilan Dinas SDA DKI Jakarta, saat dikonfirmasi pada Rabu (10/9/2025).

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Alfan Widyastanto, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta.

“Kami tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan tanggul tersebut, dan tidak memiliki kewenangan atas keberadaannya,” ujarnya.

Menurut Alfan, untuk informasi lebih lanjut, pihak terkait maupun masyarakat bisa melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Di tengah minimnya kejelasan soal siapa yang membangun tanggul tersebut, para nelayan merasa semakin terpinggirkan. Akses mereka untuk melaut terganggu, dan kondisi ekonomi disebut makin sulit akibat terhambatnya jalur perahu nelayan.

Baca Juga: WADUH! Video Yudo Sadewa Sebut Ciri-Ciri Orang Miskin Hingga Pamer Kartu Prioritas Viral, Mario Dandy Jilid Dua?

“Kalau memang ini proyek resmi, tolong pikirkan juga akses buat kami. Jangan kami yang dikorbankan,” ujar warga Cilincing, Junaedi, yang telah menjadi nelayan sejak tahun 1998.

Warganet pun turut memberikan tanggapan kritis. Banyak yang mempertanyakan kebermanfaatan proyek tersebut dan menuntut adanya audit serta transparansi dari pihak-pihak terkait.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Radar Kediri