Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isu Hubungan Prabowo–Jokowi Retak Usai Reshuffle, Pengamat: Masih Harmonis, Gibran Jadi Pengikat

Wiwin Meliana • Jumat, 12 September 2025 | 20:16 WIB

Mencuat isu hubungan Prabowo dan Jokowi renggang usai Reshuffle
Mencuat isu hubungan Prabowo dan Jokowi renggang usai Reshuffle

BALIEXPRESS.ID-Isu keretakan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mencuat usai reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025).

Dugaan itu menguat setelah sejumlah menteri yang dikenal sebagai loyalis Jokowi dicopot dari jabatannya, salah satunya Budi Arie Setiadi, Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo), yang diberhentikan dari posisi Menteri Koperasi dan UKM.

Baca Juga: Polda Bali Gandeng Yayasan Sintesia Animalia Perkuat Sosialisasi dan Vaksinasi Rabies

Budi Arie digantikan oleh Ferry Juliantono, politisi Gerindra yang dikenal sebagai orang dekat Prabowo. Langkah ini menimbulkan spekulasi bahwa Prabowo tengah "bersih-bersih" dari para pendukung Jokowi dalam pemerintahannya.

Namun, pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga membantah adanya keretakan. Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu, hubungan antara Prabowo dan Jokowi tetap terjalin harmonis, meski sejumlah relawan Jokowi merasa kecewa.

“Hubungan Prabowo dan Jokowi kiranya tak akan berubah setelah direshufflenya Budi Arie,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/9/2025).

Ia beralasan, kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden menjadi faktor kuat yang mengikat hubungan keduanya.

Baca Juga: Diperiksa KPK, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Tetiba Pakai Peci, Alasannya Bikin Geleng-Geleng

“Selama Gibran masih menjabat, Prabowo dan Jokowi akan tetap saling menjaga komunikasi dan kepentingan bersama,” jelasnya.

Namun, Jamiluddin menegaskan bahwa jika wacana pemakzulan Gibran benar-benar terwujud, maka relasi Prabowo-Jokowi bisa merenggang.

“Kalau Gibran dimakzulkan, hubungan Prabowo-Jokowi bisa patah layaknya arang,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai potensi pemakzulan terhadap Gibran masih sangat kecil, sebab Prabowo sendiri terlihat tidak menghendaki hal itu terjadi.

“Setidaknya, Prabowo tampaknya tak ingin hal itu terjadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menepis anggapan bahwa reshuffle dilakukan sebagai upaya menyingkirkan orang-orang Jokowi dari kabinet.

Baca Juga: DPD II Golkar Klungkung Siap Musda, Ningrum Digadang Lanjutkan Kepemimpinan

“Enggak ada, enggak ada,” ujar Prasetyo kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa kabinet yang dibentuk Prabowo tidak berdasarkan pada kubu atau kelompok politik tertentu.

“Yang ada adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” tandasnya.

Editor : Wiwin Meliana
#jokowi #keretakan #Prabowo #Reshuflle