Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diduga Tegur Anak Wali Kota Bawa Mobil ke Sekolah, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot

Wiwin Meliana • Rabu, 17 September 2025 | 17:45 WIB

Momen perpisahan Kepsek SMPN 1 Prabumulih dengan siswa dan guru
Momen perpisahan Kepsek SMPN 1 Prabumulih dengan siswa dan guru

BALIEXPRESS.ID— Dunia pendidikan kembali mendapat sorotan tajam setelah viralnya pencopotan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, yang diduga terjadi usai ia menegur anak Wali Kota Prabumulih karena membawa mobil ke sekolah.

Peristiwa yang menyita perhatian publik ini memicu gelombang kritik terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan dalam lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Viral! Warga Protes Pembabatan Bukit di Bedugul, Pertanyakan Izin Proyek

Media sosial pun dibanjiri komentar simpati dan kemarahan dari warganet yang menilai tindakan Roni adalah bentuk penegakan disiplin, bukan pelanggaran.

Roni Ardiansyah diketahui menegur salah satu siswa SMPN 1 Prabumulih yang kedapatan membawa mobil pribadi ke sekolah.

Padahal, aturan sekolah dan regulasi nasional jelas melarang siswa tingkat SMP menggunakan kendaraan bermotor, demi alasan keselamatan dan kedisiplinan.

Namun, yang tidak diketahui Roni saat itu, siswa tersebut adalah anak dari Wali Kota Prabumulih, Arlan. Setelah mendapat teguran, siswa tersebut diduga mengadu kepada orang tuanya.

Baca Juga: Nama Giri Prasta Tak Muncul, DPC PDIP Bangli Sepakat Usulkan Satu Calon Ketua DPD

Tak berselang lama, keputusan mutasi pun keluar. Roni resmi dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah dan dipindahkan ke posisi lain. Tak hanya itu, seorang satpam sekolah yang ikut menegur siswa tersebut juga dilaporkan turut dipindahkan dari tugasnya.

Sebuah video menyentuh beredar luas, memperlihatkan momen perpisahan Roni dengan para muridnya. Dalam video tersebut, Roni tampak menahan tangis saat menyalami satu per satu siswa di halaman sekolah. Suasana haru tak terbendung, dan video itu pun viral di berbagai platform sosial media.

Reaksi publik pun meluas. Ribuan komentar muncul menyuarakan simpati dan keprihatinan.

“Yang salah muridnya, kenapa gurunya yang dihukum?” tulis salah satu netizen di Instagram.

“Kasihan guru-guru, jadi takut menegakkan aturan. Ini contoh buruk bagi pendidikan kita,” tulis akun lainnya.

Baca Juga: Prestasi Melesat! Emas Klungkung di Porprov 2025 Tembus 50 Keping, Ketua KONI Ucapkan Selamat Kepada Semua Atlet

Kasus ini menyoroti isu serius yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia: intervensi kekuasaan dalam lembaga pendidikan. Ketika pejabat atau tokoh berpengaruh merasa berhak mencampuri urusan sekolah karena anak mereka menjadi siswa, maka integritas dunia pendidikan pun terancam.

Alih-alih mendapat dukungan atas sikap disiplin, guru dan kepala sekolah seperti Roni justru dihukum karena menjalankan tugasnya.

Editor : Wiwin Meliana
#bawa mobil #prabumulih #Kepsek Dicopot #anak wali kota