Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tim Investigasi Lintas Keahlian Dibentuk untuk Perkuat Program MBG

I Putu Suyatra • Senin, 29 September 2025 | 13:39 WIB

Anggaran Program MBG 2026 Melonjak Jadi Rp268 Triliun
Anggaran Program MBG 2026 Melonjak Jadi Rp268 Triliun

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah resmi membentuk tim investigasi lintas keahlian guna memperkuat implementasi Program Masyarakat Bebas Gizi (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Langkah Cepat Pemerintah Perkuat Program MBG

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pembentukan tim investigasi ini merupakan upaya responsif pemerintah dalam menindaklanjuti dinamika di lapangan.

“Tim investigasi ini terdiri dari pakar kesehatan masyarakat, gizi, epidemiologi, serta didukung tenaga hukum dan sosial agar hasilnya komprehensif,” ujarnya.

Budi menambahkan, tim lintas keahlian akan memetakan kendala nyata, mulai dari distribusi bahan pangan, efektivitas posyandu, hingga pengaruh budaya lokal terhadap pola makan masyarakat. “Semua itu akan menjadi dasar perbaikan kebijakan MBG,” tegasnya.

Pentingnya Sinergi Antarinstansi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa kerja tim investigasi tidak bisa dilakukan secara sektoral.

“Semua kementerian, mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan, hingga Bappenas, harus terlibat penuh. Tim lintas keahlian ini menjadi wadah koordinasi agar kebijakan lebih solid,” jelasnya.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Dukungan serupa datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyatakan kesiapannya menjadikan wilayahnya sebagai laboratorium kebijakan MBG.

“Jawa Barat siap membuka akses data dan lapangan bagi tim investigasi. Kami juga menyiapkan SDM daerah agar program berjalan optimal,” ungkap Dedi.

Pendekatan Berbasis Ilmiah

Ahli gizi sekaligus anggota tim investigasi, Prof. Hardinsyah, menegaskan bahwa pendekatan berbasis bukti ilmiah akan menjadi fondasi dalam penguatan MBG.

“Kami ingin memastikan setiap rekomendasi dapat langsung diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan gizi buruk,” katanya.

Keterlibatan Masyarakat Sipil

Dari kalangan publik, Direktur Eksekutif Perkumpulan Gizi Sehat Indonesia, Nenden Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat sipil dalam tim investigasi.

“Partisipasi organisasi masyarakat memastikan suara warga terdengar, sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya teknokratis tetapi juga sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” ucap Nenden.


Editor : I Putu Suyatra
#Mbg