Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanggapi Penangkapan Hacker Bjorka, Rocky Gerung Sindir Polisi: Kenapa FUFUFAFA Nggak Bisa Diungkap?

Wiwin Meliana • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:17 WIB

Rocky Gerung tanggapi penangkapan pemuda diduga hacker Bjorka
Rocky Gerung tanggapi penangkapan pemuda diduga hacker Bjorka

BALIEXPRESS.ID – Penangkapan pemuda berinisial WFT, yang diduga sebagai sosok di balik akun hacker Bjorka, memantik beragam reaksi publik.

Salah satunya datang dari pengamat kebijakan publik, Rocky Gerung, yang turut memberikan tanggapannya lewat media sosial.

Baca Juga: Sosok Pemuda Diduga Hacker Bjorka Ditangkap, Ternyata Tak Lulus SMK dan Bukan Ahli IT

Dalam pernyataan yang diunggah pada Sabtu (4/10/2025), Rocky menyoroti keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap identitas hacker yang sempat membuat geger jagat digital Indonesia.

 Namun, ia menyindir dan mempertanyakan mengapa polisi tak mampu mengungkap identitas pelaku di balik akun misterius lainnya yang sempat viral.

“Kalau sama hacker Bjorka saja bisa menangkap. Lantas kenapa FUFUFAFA ga bisa diungkap?” tulis Rocky Gerung, dikutip dari akun X miliknya.

Baca Juga: Tanggapan AWK Usai Video Penembakan Anjing di Depan Resort Bali Viral, Nama Resort Disorot Warganet

Sindiran Rocky itu merujuk pada akun FUFUFAFA, yang sempat meresahkan publik karena konten provokatifnya, namun hingga kini belum diketahui siapa sosok di balik akun tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengumumkan keberhasilan mereka menangkap WFT, pemuda 22 tahun asal Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengaku sebagai Bjorka. Fakta mengejutkan terungkap: WFT bukan lulusan SMK dan tidak memiliki latar belakang teknologi informasi (IT).

“Yang bersangkutan bukan ahli IT. Pelaku WFT adalah orang yang tidak lulus SMK,” ungkap AKBP Herman Edco Wijaya, Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya dalam konferensi pers, Kamis (2/10/2025).

Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan selama enam bulan atas laporan dari salah satu bank swasta yang mengaku mengalami pemerasan dan ancaman dari akun @bjorkanesiaaa.

Baca Juga: Dukung Pemerintah Pusat, Pemkab Bangli Siapkan Dua Lahan di Petak dan Bangklet untuk Program MBG

Menurut polisi, pelaku mengklaim telah membobol 4,9 juta data nasabah dan mengunggah sampel data ke media sosial, sebelum akhirnya mengirim pesan kepada pihak bank dengan maksud memeras.

WFT juga disebut telah memperjualbelikan data milik perusahaan-perusahaan swasta, termasuk institusi kesehatan, lewat berbagai akun media sosial dan forum gelap (dark web). Ia mengganti nama akun menjadi SkyWave setelah akun lamanya disorot publik pada Februari 2025.

Pernyataan Rocky Gerung soal perbandingan penanganan kasus Bjorka vs FUFUFAFA langsung memicu diskusi warganet di media sosial. Banyak yang menyetujui bahwa penegakan hukum di dunia digital sering kali tidak konsisten, terlebih ketika kasus-kasus yang melibatkan opini publik atau tokoh-tokoh kontroversial.

Editor : Wiwin Meliana
#fufufafa #hacker #Bjorka #rocky gerung