Pemerintah Optimistis Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja Lewat 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp618 Triliun
I Putu Suyatra• Selasa, 3 Februari 2026 | 07:02 WIB
Prabowo Subianto
BALIEXPRESS.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 18 proyek hilirisasi nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp618 triliun. Program strategis ini ditargetkan mampu menciptakan sekitar 276.000 lapangan kerja berkualitas baru, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis industri bernilai tambah.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keberadaan BP Danantara memiliki peran strategis dalam pengelolaan aset negara. Dengan kapasitas yang dimiliki saat ini, pemerintah menilai Indonesia mampu membiayai proyek-proyek hilirisasi tanpa harus bergantung pada investasi asing.
“Kita punya kemampuan sekarang. Pokok-pokok yang harus kita mulai dan laksanakan adalah hilirisasi. Delapan belas proyek ini akan menciptakan 276.000 pekerjaan berkualitas dengan investasi Rp618 triliun,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri agenda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Presiden Prabowo menjelaskan, proyek hilirisasi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan smelter aluminium berbasis bauksit, produksi stainless steel slab dari nikel, oleoresin, industri filet ikan tilapia, modul surya terintegrasi, hingga gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan industri copper rod, wire and tube, oleofood berbasis kelapa sawit, pengolahan rumput laut, hingga produksi bioavtur dari minyak jelantah. Di sektor mineral dan energi, proyek mencakup pembangunan industri aspal Buton, besi baja berbasis pasir besi, mangan sulfat, chemical grade alumina, serta chlor alkali plant. Presiden juga menambahkan rencana pembangunan kilang minyak dan fasilitas oil storage tanks di dalam negeri.
Tak hanya sektor tambang dan energi, hilirisasi juga menyasar industri berbasis sumber daya lokal seperti nata de coco, medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa, industri fillet ikan, serta carrageenan dari rumput laut. Seluruh proyek ini diproyeksikan menjadi motor penciptaan sekitar 276 ribu lapangan kerja di berbagai daerah.
Sebelumnya, pada 4 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tersebut membahas percepatan sejumlah proyek hilirisasi strategis.
Setidaknya telah disiapkan lima proyek hilirisasi awal yang akan melakukan groundbreaking pada awal bulan berikutnya di beberapa provinsi, dengan total investasi mencapai US$6 miliar atau sekitar Rp100 triliun.
Selain itu, pemerintah juga memacu pengembangan proyek Waste to Energy, yakni pengolahan sampah menjadi energi listrik, panas, atau bahan bakar melalui teknologi seperti pembakaran, gasifikasi, dan digesti anaerobik. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah terbuka, tetapi juga memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi nasional.