Program MBG Era Presiden Prabowo Dorong Ekonomi Daerah, 60 Juta Penerima Manfaat dan 1 Juta Lapangan Kerja Tercipta
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Februari 2026 | 12:41 WIB
Prabowo Subianto
BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya bertujuan meningkatkan akses gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja berskala nasional. Hingga saat ini, implementasi MBG dinilai telah mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama melalui operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melibatkan tenaga kerja serta jaringan pemasok pangan dari desa-desa.
Prabowo mengungkapkan, jumlah penerima manfaat MBG saat ini telah mencapai sekitar 60 juta orang dan ditargetkan meningkat menjadi 82 juta penerima paling lambat Desember 2026.
“MBG kita sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Dengan kondisi sekarang, sudah ada 22.275 dapur SPPG yang operasional, serta 13.829 dalam proses penilaian dan pengajuan. Dengan 22 ribu dapur saja, kita sudah menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja,” ujar Prabowo saat taklimat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Menurut Presiden, keberadaan puluhan ribu dapur SPPG tidak hanya membuka pekerjaan langsung bagi tenaga dapur, tetapi juga menghidupkan rantai ekonomi pedesaan. Setiap dapur membutuhkan pasokan bahan pangan seperti sayuran, telur, ikan, hingga daging, yang sebagian besar disuplai oleh petani dan pelaku usaha lokal.
“Itu nanti di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta penerima MBG, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” katanya optimistis.
Prabowo menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar wacana.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Program Makan Bergizi Gratis telah berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru nasional.
“MBG penting, lapangan kerja penting. Program ini bukan sekadar memberi ‘ikan’ kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan ‘kail’ untuk memutar roda perekonomian,” ujarnya dalam Prasasti Economic Forum 2026.
Ia menambahkan, MBG dirancang menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui penyerapan produk desa dan hilirisasi pangan. Strategi ini diyakini mampu mempercepat industrialisasi pedesaan sekaligus memperkuat infrastruktur sosial nasional. ***