BALIEXPRESS.ID – Momen langka dan penuh makna terjadi di Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis (12/2/2026). Dalam pengukuhan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu, perhatian publik tertuju pada satu fakta istimewa: sepasang suami istri resmi dilantik bersamaan menjadi profesor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR.
Peristiwa ini tak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menegaskan komitmen UNAIR sebagai perguruan tinggi negeri yang berperan strategis dalam pembangunan bangsa melalui penguatan keilmuan dan inovasi lintas bidang.
UNAIR Tegaskan Peran sebagai Navigator Pembangunan Berkelanjutan
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, dalam sidang pengukuhan di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, menegaskan posisi UNAIR sebagai pusat keunggulan akademik dan navigator pembangunan berkelanjutan.
“UNAIR berfungsi sebagai navigator pembangunan berkelanjutan. Menjadi katalis inovasi obat tradisional berbasis bukti, fasilitator praktik kesehatan yang aman, motor transformasi ekonomi berbasis ekonomi, serta laboratorium pengembangan keunggulan organisasi melalui kolaborasi intelektual,” ujarnya.
Menurut Prof Madyan, pengukuhan guru besar ini semakin menegaskan peran UNAIR dalam menjembatani riset, kebijakan, dan praktik nyata. Tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi tantangan sosial, kesehatan, ekonomi, dan organisasi.
Ia juga mengingatkan para profesor baru untuk memegang teguh amanah Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang tugas guru besar dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Semoga ilmu dan karya para guru besar yang baru dilantik senantiasa membawa kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan dunia,” pesannya.
Lima Guru Besar Dikukuhkan dari Berbagai Bidang Strategis
Dalam prosesi tersebut, UNAIR mengukuhkan lima guru besar, yakni:
-
Prof Dr Lutfi Agus Salim SKM MSi (Demografi dan Kependudukan dalam Kesehatan Masyarakat)
-
Prof Dr Sugiharto SSi MSi (Toxicology dan Aktivitas Enzim Antioksidan Endogen Hewan Coba)
-
Prof Dr apt Yunita Nita SSi M Pharm (Farmasi Praktis)
-
Prof Dr Unggul Heriqbaldi SE MSi PGradDipEc MAppEc (Ilmu Ekonomi Perdagangan dan Moneter Internasional)
-
Prof Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD (Studi Keorganisasian)
Namun, sorotan utama tertuju pada dua nama terakhir yang mencatat sejarah sebagai pasangan suami istri yang sama-sama dikukuhkan sebagai profesor di hari yang sama.
Kisah Inspiratif: Sepasang Suami Istri Jadi Profesor Bersamaan
Prof Dr Unggul Heriqbaldi dan Prof Dian Ekowati bukan hanya sukses dalam karier akademik masing-masing, tetapi juga membuktikan bahwa perjalanan ilmu pengetahuan dapat tumbuh seiring perjalanan hidup berumah tangga.
Prof Unggul dikenal sebagai pakar Ilmu Ekonomi Perdagangan dan Moneter Internasional. Sementara Prof Dian mendalami dan mengembangkan bidang Studi Keorganisasian.
Menariknya, perjalanan akademik pasangan profesor UNAIR ini juga beririsan di tingkat internasional. Keduanya sama-sama menempuh pendidikan di Australia.
Prof Unggul menyelesaikan Postgraduate Diploma in Economics di University of Melbourne pada 2001, kemudian meraih Master of Applied Economics di Monash University pada 2002. Di tahun yang sama, Prof Dian menamatkan Master of Applied Commerce in Organizational Change di University of Melbourne.
Kisah sepasang suami istri yang dilantik bersamaan sebagai profesor ini menjadi simbol bahwa dedikasi, konsistensi, dan kolaborasi dalam keluarga dapat melahirkan kontribusi besar bagi dunia akademik dan pembangunan bangsa.
Momentum ini sekaligus memperkuat citra UNAIR sebagai kampus unggulan yang terus melahirkan profesor-profesor berdaya saing global, sekaligus menghadirkan inspirasi nyata bagi generasi akademisi Indonesia.
Editor : I Putu Suyatra