Percepatan Sekolah Rakyat Digenjot, Pemerintah Bidik Kualitas Hidup dan SDM Unggul
I Putu Suyatra• Minggu, 15 Februari 2026 | 19:40 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
BALIEXPRESS.ID – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai strategi konkret untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini menjadi bagian penting dari agenda nasional penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci keluar dari jebakan kemiskinan struktural.
Melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan inklusif yang menjangkau kelompok rentan serta wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Saat ini, percepatan pembangunan memasuki fase krusial dengan cakupan nasional yang semakin luas.
Infrastruktur Pendidikan Jadi Fondasi Utama
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang layak, aman, dan berkelanjutan.
“Penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Fasilitas Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dapat dimanfaatkan,” ujar Dody.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan dilakukan dengan manajemen proyek yang terukur dan pengawasan ketat untuk memastikan mutu tetap terjaga. Menurutnya, pembangunan fisik sekolah tidak boleh mengorbankan standar kualitas karena menyangkut ruang tumbuh generasi masa depan.
Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Transfer Ilmu
Dari sisi kebijakan pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan. Investasi pada infrastruktur pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dampaknya melampaui satu generasi,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil belajar melalui penguatan kurikulum, peningkatan mutu tenaga pendidik, serta dukungan fasilitas penunjang sesuai standar nasional pendidikan.
“Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tegas Abdul Mu’ti.
Jawa Timur Terdepan Implementasi Sekolah Rakyat
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Pemprov Jatim terus menyinergikan Sekolah Rakyat dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.
“Implementasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur berjalan progresif dan berdampak nyata. Saat ini telah beroperasi 26 Sekolah Rakyat, terbanyak secara nasional,” ungkap Khofifah.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis mempercepat peningkatan kualitas SDM sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.
Target Nasional: 112 Ribu Siswa
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi serta 102 kabupaten/kota. Program ini ditargetkan mampu menampung 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri dari:
1.872 rombel SD
936 rombel SMP
936 rombel SMA
Dengan percepatan yang terukur dan dukungan lintas sektor, Sekolah Rakyat diyakini menjadi katalis transformasi sosial di berbagai daerah. Pemerintah optimistis, melalui pendidikan inklusif dan berkualitas, kualitas hidup masyarakat Indonesia akan meningkat secara berkelanjutan.