Hilirisasi Indonesia Diakui UNIDO, PSN Papua Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:32 WIB

 

ilustrasi (ist)
ilustrasi (ist) 

BALIEXPRESS.ID – Kebijakan hilirisasi Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia internasional. Dalam Industrial Development Report (IDR) 2026, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menempatkan Indonesia sebagai salah satu contoh terbaik (best practice) dalam pengembangan industri berbasis hilirisasi. Pengakuan ini memperkuat optimisme terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi industri yang dijalankan pemerintah berhasil meningkatkan daya saing sektor manufaktur sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Strategi hilirisasi dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengakuan dari UNIDO menunjukkan bahwa strategi industrialisasi Indonesia berada di jalur yang tepat. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat daya saing industri nasional dengan mendorong lahirnya produk bernilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai nilai global.

"Ke depan, kita akan terus memperkuat daya saing industri nasional agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai nilai global," ujar Agus.

Keberhasilan program hilirisasi juga dinilai sejalan dengan percepatan pembangunan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan ekonomi di Papua diyakini menjadi fondasi penting untuk mempercepat lahirnya industri pengolahan berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Negeri Jakarta (HMI UNJ), Muhammad Falah, menilai PSN merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

"PSN memiliki potensi besar untuk memperkuat konektivitas antardaerah, mendukung ketahanan pangan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Program ini patut didukung sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional," kata Falah.

Senada dengan itu, Peneliti Bidang Kajian Ekonomi Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) sekaligus anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bagus Wahyu Trianto, menilai sinergi antara program hilirisasi dan PSN akan mempercepat transformasi ekonomi Papua. Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan investasi menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah. Di sinilah PSN dapat menjadi penggerak transformasi ekonomi yang inklusif sehingga masyarakat Papua menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri," ujar Bagus.

Sinergi antara hilirisasi Indonesia dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Papua diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur, investasi, dan industri berbasis nilai tambah, Papua berpeluang memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : I Putu Suyatra
papua