BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional melalui sejumlah kebijakan strategis. Penguatan ekonomi tidak hanya diarahkan pada peningkatan pertumbuhan, tetapi juga mencakup tata kelola keuangan negara, ketahanan pangan, serta peningkatan produktivitas masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sepanjang 2025 telah menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.
“BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat. Sepanjang 2025, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp112 triliun,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, penguatan pengawasan anggaran menjadi bagian penting untuk memastikan setiap sumber daya negara digunakan secara efektif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepercayaan terhadap auditor Indonesia juga dinilai semakin kuat setelah BPK terpilih sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) periode 2028–2031 serta menjadi anggota United Nations Board of Auditors periode 2026–2032.
Prabowo Soroti Capaian Swasembada Pangan
Dalam Sidang Tahunan MPR, Prabowo juga menyoroti capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, target swasembada pangan yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun justru berhasil dicapai dalam satu tahun.
Pemerintah, kata Prabowo, telah menghapus 145 aturan yang menghambat penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.
“Karena kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang kita targetkan tercapai empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam satu tahun,” ujarnya.
Prabowo menyebut peningkatan produksi pangan menjadi bantalan penting bagi perekonomian nasional, terutama di tengah ketidakpastian pasokan pangan global dan ancaman El Niño.
Presiden juga mencatat keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen di tengah penurunan harga dan peningkatan volume pupuk.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent menilai berbagai capaian tersebut perlu dilihat bersama dengan sejumlah indikator makroekonomi.
Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi berada di level 2,88 persen dan tingkat pengangguran tercatat 4,65 persen.
“Semua pihak harus objektif melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang. Capaian ekonomi harus diapresiasi, tetapi tidak meniadakan pekerjaan rumah seperti pengangguran dan kemiskinan,” kata Astrio.
Menurutnya, capaian ekonomi nasional perlu diapresiasi secara objektif tanpa mengabaikan berbagai tantangan yang masih harus diselesaikan pemerintah.
Sultan Apresiasi Transformasi Ekonomi Prabowo
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi berbagai langkah dan kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sultan menilai transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah merupakan proses penting untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Menurut Sultan, transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Proses tersebut memang tidak mudah dan menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi diperlukan agar persoalan ekonomi dapat diselesaikan secara menyeluruh.
“Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh,” kata Sultan.
Sultan menilai integrasi berbagai kebijakan ekonomi pemerintah mulai menunjukkan hasil dalam memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan.
“Transformasi ekonomi menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing,” tutur Sultan.
Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat, mandiri, produktif, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi global.
Editor : I Putu Suyatra