Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains, Libatkan Ilmuwan hingga Masyarakat Desa

Wiwin Meliana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:05 WIB
Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains
Presiden Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains

 

BALIEXPRESS.ID – Presiden Prabowo Subianto mendorong pengelolaan lahan gambut berbasis sains dengan melibatkan ilmuwan, peneliti hingga masyarakat desa. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan bersama sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyetujui pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Badan ini diharapkan dapat menyatukan pengelolaan data dan perizinan sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran gambut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, Presiden mengarahkan agar BPGMN nantinya mendapat dukungan para ilmuwan dan saintis.

Pengelolaan gambut akan diperkuat melalui pemetaan yang lebih komprehensif untuk mengetahui karakteristik dan potensi lahan, termasuk menentukan kawasan yang sesuai untuk pertanian, perikanan maupun pemanfaatan lainnya.

Prabowo juga meminta pengetahuan dan kearifan lokal dijadikan salah satu referensi dalam pengelolaan lahan gambut. Berbagai praktik baik dari para ilmuwan, termasuk metode penanganan kebakaran, akan dikaji untuk mendukung kerja badan yang akan dibentuk.

Salah satu perhatian utama adalah pencegahan kebakaran. Pendekatan berbasis desa kembali didorong dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA). Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan gambut dinilai memiliki posisi penting dalam melakukan respons awal ketika terjadi kebakaran.

Selain penguatan masyarakat, teknologi juga menjadi bagian dari strategi. Sejumlah praktik yang dibahas antara lain pembangunan pompa yang dapat digunakan secara cepat serta perhitungan penanganan kebakaran melalui udara.

Aspek pendidikan turut masuk dalam pembahasan. Pemerintah mendorong edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem gambut dan pencegahan kebakaran melalui sekolah serta pengembangan kurikulum.

Brian menambahkan, Prabowo juga meminta riset dan kajian mengenai gambut terus dilanjutkan. Pemerintah ingin kawasan gambut Indonesia yang disebut mencapai lebih dari 33 juta hektare dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap memperkuat upaya pencegahannya.

Dengan pembentukan BPGMN, pengelolaan gambut diarahkan semakin terintegrasi dengan dukungan sains, teknologi, kearifan lokal, serta keterlibatan masyarakat desa.

 

Editor : Wiwin Meliana
gambut Prabowo