BALIEXPRESS.ID – Akademisi sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai semangat Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi konstitusi melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu dimaknai sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional.
Menurut Rocky, pengembangan KDKMP dapat menjadi upaya memperkuat peran ekonomi masyarakat di tengah dominasi sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).
Meski masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan KDKMP, Rocky menilai berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan koperasi di Indonesia.
Rocky mengatakan koperasi merupakan lembaga ekonomi rakyat yang memiliki landasan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Karena itu, keberadaan dan pengembangannya dinilai perlu terus diperkuat.
Menurutnya, kekuatan utama koperasi justru terletak pada gerakan yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, KDKMP tidak cukup hanya dibentuk sebagai kelembagaan, tetapi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi bersama yang memiliki fondasi kuat.
“Sesuatu yang dibatasi institusi mengakibatkan kita berpura-pura dengan pikiran, saya nggak mau itu. Gerakan koperasi revolusi ekonomi Indonesia. Kantor koperasi yang dicatat publik. Jadi koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan, hanya itu yang kita percaya bahwa revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi,” kata Rocky dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta, Senin (5/10) sore.
Rocky Soroti Posisi Koperasi dalam Ekonomi Nasional
Rocky menilai gagasan koperasi memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Semangat kebersamaan dan solidaritas yang menjadi fondasi koperasi dinilai sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan melalui KDKMP dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih bertumpu pada kebutuhan dan kekuatan masyarakat.
Rocky juga menyoroti posisi koperasi dalam struktur perekonomian nasional. Menurutnya, konstitusi mengenal koperasi bersama korporasi dan BUMN sebagai bagian dari kekuatan ekonomi.
Namun, ia menilai koperasi selama ini belum mendapatkan penguatan yang sebanding. Bahkan, koperasi dinilai lebih sering hanya menerima manfaat secara terbatas dari aktivitas ekonomi korporasi.
“Konstitusi kita mengenal tiga player, korporasi, BUMN dan koperasi untuk menghasilkan solidaritas. Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi. Sejak Presiden Prabowo ini diubah, maka benar ini adalah transformasi ekonomi meski harus bertengkar dengan para pemilik modal,” ujar Rocky.
KDKMP Dinilai Perlu Dukungan Negara
Rocky menilai penguatan KDKMP membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi yang kuat dan mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi wadah kelembagaan di desa dan kelurahan. Lebih jauh, koperasi dapat berkembang sebagai gerakan ekonomi masyarakat yang mengedepankan solidaritas, kemandirian, serta kemampuan menyelesaikan persoalan ekonomi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Rocky juga menegaskan bahwa nilai-nilai dalam gerakan koperasi merupakan pengejawantahan nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.
Karena itu, menurutnya, seluruh unsur bangsa perlu bersama-sama memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.
"Mulai dari sila pertama hingga kelima di dalam Pancasila, semuanya memiliki makna yang dalam yang relevan dengan apa yang terkandung di dalam nilai-nilai koperasi," ucapnya.
Editor : I Putu SuyatraSumber : Jawa Pos