BALI EXPRESS, DENPASAR - Meskipun bukan makanan khas Bali, namun Bakso kini menjadi sebuah peluang bisnis kuliner yang menjanjikan. Di Kota Denpasar, banyak dapat ditemui berbagai jenis kedai Bakso dengan berbagai inovasi dan varian rasa. Salah satunya adalah Warung Bakso Madara di Jalan Sedap Malam No 54 Denpasar. Apa istimewanya?
Menikmati Bakso di Warung Bakso Madara, para pelanggan akan disuguhkan beragam varian Bakso, mulai dari yang original hingga Bakso Buah Naga. Sehingga, pelanggan bisa menikmati Bakso warna-warni dalam satu mangkoknya.
Memasuki Warung Bakso Madara, pelanggan akan disambut dengan bau khas aroma gurihnya kuah Bakso.
Menurut owner Warung Bakso Madara, Putra Suryaninggrat, warung Bakso yang akhir tahun 2017 ini genap berusia satu tahun, menjadi salah satu kedai Bakso yang menyajikan menu Bakso cukup unik. “Bakso yang kami buat memang unik. Tidak hanya Bakso daging saja, namun juga menyajikan Bakso dengan campuran buah dan beragam jenis sayuran,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (28/12).
Ide awal menyajikan Bakso menggunakan bahan tambahan seperti sayuran dan buah-buahan ini, bukan hanya karena ingin menampilkan Bakso dengan warna-warna yang menarik. Namun, Putra ingin menyajikan Bakso yang sehat.
Warung Bakso Madara dalam sehari bisa menyajikan sebanyak 12 varian, mulai dari Bakso Buah Naga, Bakso Sawi, Bakso Ubi Ungu, Bakso Wortel, Bakso Keju. Ada juga Bakso Pedas dengan tiga tingkatan pedas, Bakso Nangka, Bakso Sayuran, Bakso Kelor, Bakso Kacang Merah, dan beberapa jenis Bakso lainnya.
Sesuai dengan namanya, Bakso yang disajikan di Warung Bakso Madara ini adalah jenis Bakso yang dibuat menggunakan daging ayam dan tambahan bahan-bahan segar. Seperti Bakso Buah Naga yang memang dibuat dari campuran daging ayam dan Buah Naga. “Karena dicampur dengan Buah Naga, maka citarasa dari Bakso ini selain gurih karena daging ayamnya, juga punya sedikit citarasa manis karena ada Buah Naganya,” ungkapnya.
Selanjutnya adalah Bakso Ubi Ungu. Varian Bakso ini dibuat dengan menambahkan Ubi Ungu yang sudah dihaluskan kedalam adonan Bakso. Sedangkan untuk Bakso Sawi yang berwarna hijau, lanjut Putra, dalam proses pembuatannya seluruh bagian sayur hijau digunakan, mulai dari batang daun hingga ekstrak Sawi Hijau.
Karena menggunakan batang Sawi Hijau, maka Bakso ini memiliki tekstur yang lebih 'kres' ketika dikunyah. Selanjutnya, bagaimana dengan Bakso Kelor? Varian Bakso ini tidak berwarna hijau seperti daun Kelor karena daun yang digunakan tidak dihancurkan, tetapi dirajang kasar, namun citarasa Kelor tetap terasa.
Yang tidak kalah unik adalah Bakso Buah Nangka. Untuk jenis bakso ini, benar-benar dibuat dengan mencampurkan adonan Bakso dengan Buah Nangka. “Buah Nangka yang digunakan yang sudah matang, sehingga rasanya ada sensasi rasa manis buah ketika dikunyah,” ungkapnya.
Diakui Putra, seluruh varian Bakso yang disajikan di Warung Bakso Madara ini belum lumrah dijual di pasaran. “Hal inilah yang menjadikan warung kami berbeda dengan warung Bakso lainnya yang ada di Kota Denpasar,” terangnya.
Gunakan Bahan Alami, Sasar Seluruh Kalangan
Putra menjamin jika seluruh bahan yang digunakan membuat Bakso adalah bahan alami berkualitas bagus, mulai dari daging ayam hingga jenis sayuran dan buah yang digunakan. “Seluruhnya kami gunakan bahan segar. Hal ini kami lakukan supaya Bakso kami menjadi Bakso yang sehat,” ungkapnya.
Selain menggunakan bahak baku segar, lanjut Putra, pihaknya juga tidak menggunakan bahan penyedap rasa kimia ataupun bahan pengawet kimia lainnya. Lantas bagaimana caranya untuk membuat Bakso yang gurih?
Putra menjelaskan, untuk mendapatkan rasa kaldu yang gurih, pihaknya menggunakan banyak daging ayam dan beberapa jenis bahan penyedap alami, seperti penyedap dari bahan baku jamur. Sehingga rasa gurih yang dihasilkan dari Bakso ini benar-benar sehat.
Untuk harga, satu porsi Bakso di Warung Bakso Madara ini dibanderol mulai dari Rp 8 ribu sampai dengan Rp 20 ribu. “Untuk Bakso komplitnya, kami jual dengan harga Rp 15 ribu, sudah mendapat satu porsi Bakso dengan enam varian rasa yang bisa dipilih sendiri oleh pelanggan,” jelasnya.
Dengan harga tersebut, Putra mengatakan pihaknya menargetkan semua kalangan bisa menikmati Bakso di tempatnya. Khususnya para penyuka Bakso dan mereka yang tidak suka makan sayur. “ Dengan makan Bakso di warung kami, mereka secara tidak langsung sudah bisa mengonsumsi sayuran,” terangnya.