Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mau Bermalam di Atas Pohon, Coba Saja ke Rumah Pohon Nyuh Bengkok

I Putu Suyatra • Rabu, 7 Maret 2018 | 21:10 WIB
Mau Bermalam di Atas Pohon, Coba Saja ke Rumah Pohon Nyuh Bengkok
Mau Bermalam di Atas Pohon, Coba Saja ke Rumah Pohon Nyuh Bengkok

BALI EXPRESS, NUSA PENIDA - Nusa Penida yang sebelumnya dikenal sebagai daerah penghasil rumput laut, perlahan mulai berbenah menyambut wisatawan. Salah satu usaha yang dilakukan masyarakat dengan menyediakan penginapan. Bahkan, ada satu penginapan yang menawarkan sensasi unik, yakni menginap di Rumah Pohon.


Wisatawan yang ingin  menginap di Rumah Pohon harus memanjat pohon kelapa terlebih dahulu, sebelum sampai di kamar. Nyoman Gaca, pemilik Rumah Pohon Nyuh Bengkok Tree House di Banjar Sental Kangin, Ped, Nusa Penida, mengatakan, Nyuh Bengkok Tree House menjadi salah satu destinasi menginap yang unik bagi wisatawan.



“Kami menawarkan penginapan khas Rumah Pohon kepada wisatawan yang menginap di Nyuh Bengkok Tree House,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), akhir pekan kemarin.
Sesuai dengan namanya, Nyuh Bengkok Tree House, penginapan ini memang dibuat di atas pohon kelapa yang bengkok. Penginapan ini dibangun menggunakan material dari kayu jati dan atap jerami, sehingga tetap aman bagi penghuninya.



Jika dilihat dari luar, seluruh bangunan kamar yang ada di areal ini terlihat seperti Rumah Pohon seperti yang sering kita lihat di film Robin Hood, Winnie The Pooh, The Swiss Family Robinson, dan yang lainnya.
Bentuk penginapan di Nyuh Bengkok Tree House  dibuat seperti rumah pohon pada umumnya.
Namun, Rumah Pohon yang ada di Nyuh Bengkok Tree House dirancang tidak terlalu tinggi. Ketinggian dipertimbangkan, lanjut Gaca, untuk menjamin keselamatan penghuni rumah. “Kami sengaja membuat rumah tidak terlalu tinggi dan dengan akses tangga yang lebar, supaya tamu yang datang tidak terpeleset ketika menaiki rumah,” paparnya.



Meskipun terbuat dari material non beton, namun Rumah Pohon ini memiliki fasilitas yang cukup nyaman dengan matras lantai ukuran 180 x 200 Cm, lengkap dengan kamar mandi dan handuk. Fasilitas lain dari penginapan ini adalah teras atau balkon dengan pemandangan taman, termasuk dapur kecil yang dilengkapi dengan lemari es.



Selain itu, Nyuh Bengkok Tree House juga meiliki taman yang luas. Di taman yang ditumbuhi pohon kelapa ini, wisatawan bisa bersantai di hammock . “Hammock memang sengaja kami sediakan supaya wisatawan bisa bersantai di taman, jika tidak ingin jalan-jalan,” paparnya.



Fasilitas lainnya? Ada free Wifi. Gara mengatakan, wifi gratis ini sengaja disediakan agar  wisatawan yang datang ke Nusa Penida tetap bisa mengakses internet dengan nyaman. “Meskipun saat ini akses internet sudah lancar, namun kami ingin memberikan fasilitas internet dengan kecepatan tinggi, sehingga wisatawan tetap nyaman selama menginap di Nusa Penida,” ungkapnya.



Rumah Pohon di Nyuh Bengkok Tree House ini cukup mudah diakses dari beberapa dermaga yang ada di Nusa Penida. "Bila dari Pura Dalem Ped jaraknya sekitar 1,8 Km.  Akses transportasi juga cukup ramai, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir jika ingin datang dan berkunjung ke Nyuh Bengkok Tree House,” tambah Gaca.




Tamu Didominasi  Wisatawan Asing



Nyuh Bengkok Tree House menjadi salah satu destinasi menginap favorit bagi wisatawan asing. Seperti diakui Gaca, hampir 90 persen pengunjung adalah wisatawan asing yang sengaja datang ke Nusa Penida.
Rata-rata dari wisatawan asing ini mengetahui keberadaan  Nyuh Bengkok Tree House dari media sosial dan informasi di dunia maya. “Wisatawan asing yang menginap di Nyuh Bengkok Tree House tahu informasinya dari internet, karena kami juga melakukan promosi digital,” ungkapnya.



Harga sewa di Nyuh Bengkok Tree House  sebesar Rp 300 ribu per malam Harga sewa tersebut sudah termasuk sarapan dan free wifi.  Untuk satu kamar maksimal diisi  dua orang wisatawan.
Wisatawan asing yang mendominasi kunjungan ke Nyuh Bengkok Tree House, lanjut Gaca,  karena tren kunjungan wisatawan asing ke Nusa Penida memang datang untuk berwisata selama beberapa hari. Sedangkan untuk wisatawan domestik, biasanya langsung kembali.




Gung Seri, wisatawan lokal yang bermalam di  Nyuh Bengkok Tree House, mengaku sengaja datang dan menginap  karena tertarik  konsep dari rumah ini cukup unik. “Saya penasaran dan ingin mencoba sensasi bermalam di rumah pohon. Selain itu, harga sewanya juga tidak terlalu mahal,” ungkapnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#nusa penida