BALI EXPRESS, DENPASAR - Jika Korea Selatan memiliki Sungai Cheonggyecheon, sebagai sungai tercantik di Korea, Kota Denpasar juga memiliki Tukad Badung yang tak kalah cantiknya. Bahkan, menjadi salah satu ikon wisata bagi masyarakat Kota Denpasar, khususnya wisata malam hari.
Tukad Badung berubah menjadi sungai yang cantik dan layak menjadi tempat wisata, tidak terlepas dari penataan yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Seperti apa, eksistensi Tukad Badung ini di mata wisatawan?
Tukad Badung yang berlokasi di antara Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, jika dilihat beberapa tahun yang lalu hanyalah sungai yang membelah jantung Kota Denpasar. Bahkan, airnya kotor, dan tidak dikengkapi dengan fasilitas. " Tukad Badung kini sudah berubah, ditata indah dan cantik, sehingga cocok untuk tempat bersantai, " jelas Ami, warga Kota Denpasar yang beberapa waktu lalu ditemui di areal Tukad Badung.
Dilanjutkan Ami, selain digunakan sebagai untuk tempat bersantai sore hari, Tukad Badung juga menjadi tempat foto yang instagramable. Untuk aktivitas foto ini, sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena didukung oleh lampu warna-warni yang sepanjang malam menyala.
Apa saja fasilitas yang ada di Tukad Badung? Meskipun air sungai masih berwarna coklat, namun dari segi tampilan, Tukad Badung performanya cantik. Penataan dilakukan dari segala sisi, mulai dari bantaran sungai yang ditata melengkung. Dahulu sungai ini tidak memiliki bantaran, kini dikengkapi dengan bantaran yang luas.
"Di bantaran sungai terdapat beberapa fasilitas, seperti kursi taman yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang datang ke Tukad Badung. Selain itu, di malam hari juga dilengkapi lampu warna-warni, sehiingga semakin mempercantik tampilan dari Tukad Badung ini," lanjut Ami.
Selain fasilitas tersebut, Tukad Badung juga dilengkapi dengan beberapa pancoran dan air mancur yang dipasang di sisi-sisi jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, kian memperindah suasananya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, lanjut Ami, sangat menarik untuk dijadikan selfie bagi kaum muda. Tujuan dari penataan ini adalah untuk mengembalikan minat masyarakat untuk kembali ke alam, baik dari tempat rekreasi dan tempat tujuan utama untuk berlibur.
Bagi penggemar olahraga jogging, masyarakat Kota Denpasar bisa mencoba sensasi jogging di pinggir Tukad Badung yang memiliki fasilitas jogging track yang panjangnya mencapai 120 meter.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke Tukad Badung adalah malam hari. Selain tidak terlalu panas, kecantikan bantaran Tukad Badung sebagai sungai tercantik di Kota Denpasar, bahkan di Bali, akan lebih terlihat di malam hari.
"Semua lampu di bantaran Tukad Badung akan menyala, sehingga bisa menjadi latar belakang foto yang bagus, karena cahaya lampu di Tukad Badung ini cukup terang," jelas Aris Budianto, fotografer lepas di Kota Denpasar. Selain bisa digunakan sebagai tempat bersantai dan lokasi pemotretan, bantaran Tukad Badung juga sering digunakan sebagai tempat piknik keluarga.
Untuk piknik ini, biasanya dilakukan pada sore hingga petang hari. "Biasanya yang piknik dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Kota Denpasar, " tambahnya.