Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jajan Bali Eksis Digempur Produk Bermerek di Mall

I Putu Suyatra • Jumat, 18 Mei 2018 | 21:35 WIB
Jajan Bali  Eksis Digempur Produk Bermerek di Mall
Jajan Bali Eksis Digempur Produk Bermerek di Mall



BALI EXPRESS, DENPASAR - Mall di seluruh Indonesia rata rata  dipenuhi beragam jenis tenant dari berbagai brand internasional, baik fashion ataupun makanan.  Namun ada salah satu mall yang masih menyediakan counter makanan khas Bali, yakni Level XXI (21) yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Denpasar.


Warung Jaje Bali Liligundi bisa menjadi salah satu tenant favorit di Mall Level XXI, yang menjadi
salah satu pusat live style di Denpasar. Menurut pemilik Jaje Bali Liligundi, Komang Sri Dewi,
eksistensi jajanan khas Bali di industri kuliner di Bali sangat bagus. “Jaje Bali saat ini sudah bersaing dengan beragam jenis snack kekinian. Jika snack kekinian sifatya musiman, Jaje Bali ini tetap dicari oleh masyarakat dimanapun berada jadi tidak lekang oleh trend,” jelasnya.



Meskipun dijual di Mall, namun menu jajan (jaje) Bali yang disajikan di counter Liligundi ini tetap memiliki kualitas rasa yang sama denganJaje Bali yang disajikan di Warung Liligundi  di Jalan Cokroaminoto Denpasar. Dewi mengatakan, menunya hampir sama dengan jenis menu yang disajikan di Warung Liligundi Cokroaminoto, seperti Tipat Cantok, Tipat Kuah, aneka Jaje Bali, beragam jenis rujak hingga Nasi Campur. Kemudian Es Daluman, Es Tape, Es Kelapa Muda Melon, Es Gula Pandan.
Namun untuk yang di Mall, ada beberapa jenis menu tambahan yang  disajikan, yakni Roti Bakar, Milkshake hingga Es Teller. “Menu roti ini hanya sebagai tambahan saja, untuk menu utamanya adalah jaje Bali. Jaje Bali ini menjadi menu favorit pelanggan,” ungkapnya.



Selain menu-menu tersebut, Liligundi juga menerima pesanan paket Jaje Bali nampan atau Rujak nampan. Biasanya paket Rujak atau Jajan nampan ini dipesan untuk acara-acara khusus, seperti arisan, ulang tahun. Bahkan, paket Jajan Bali dan Rujak ini  sering dipesan oleh pelanggan untuk dijadikan parcel pengganti kue tar atau bunga.



Paket kue dan rujak yang bisa dinikmati untuk 25 orang ini, tidak saja dipesan oleh perorangan, namun juga dari berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan ataupun swasta dan perhotelan.
Warung Liligundi di Level XXI Mall,  cukup cozy untuk dijadikan tempat ngumpul atau sekadar menikmati kuliner tradisional.  


Tetap Sisipkan Unsur Tradisional


Meskipun lokasi Jaje Bali Liligundi di salah satu pusat trend dan life style di Bali, namun tetap menggunakan unsur tradisional, baik proses pembuatan hingga proses penyajiannya. “Untuk pembuatan, kami buat jajannya di rumah dan setelah matang, baru di bawa ke mall. Untuk penyajiannya tetap ada unsur tradisionalnya, kami tetap gunakan daun pisang sebagai alas di piring,” jelasnya.



Penggunaan daun pisang ini, lanjut Dewi, juga menjadi salah satu daya tarik bagi pelanggan.
Untuk bisa eksis bersaing di industri kuliner modern, Dewi mengakui  pihaknya menerapkan beberapa upaya. Salah satunya dengan tetap mempertahankan kualitas makanan yang disajikan, karena makanan yang disajikan adalah menu makanan tradisional, maka citarasa masakan yang dijual harus autentik.
Untuk mempertahankan citarasa ini, Dewi  menggunakan bahan baku segar.


 "Jika ada sisa makanan yang dijual, makanan tersebut tidak akan digunakan keesokan harinya. Kami ingin makanan yang kami sajikan tetap segar,” tambahnya.

Editor : I Putu Suyatra