Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menu Tradisional Diserbu Pengunjung, dari Buangit hingga Mengguh

I Putu Suyatra • Minggu, 5 Agustus 2018 | 01:40 WIB
Menu Tradisional Diserbu Pengunjung, dari Buangit hingga Mengguh
Menu Tradisional Diserbu Pengunjung, dari Buangit hingga Mengguh

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Rasanya semua setuju bila gelaran Buleleng Festval (Bulfest) merupakan surganya bagi pecinta kuliner. Bagaimana tidak, pengunjung dimanjakan dengan ratusan ragam menu kuliner tradisonal yang tersebar di 64 stand. Bahkan, sejumlah kuliner yang kian jarang dijual kini dapat ditemui di Bulfest yang digelar keenam kalinya ini.


Tak perlu rumit mencari buktinya,  seperti menu kuliner andalan khas Kecamatan Sawan.
Menu  yang dijual Luh Sadiardi, 59, warga Desa Sangsit, Kecamatan Sawan ini, mulai dari
Jukut Buangit, Palem Udang, Sudang Lepet hingga Pesan Tlengis.


Sadiardi sendiri sudah langganan jualan di event Bulfest untuk mewakili Stand Kecamatan Sawan menjual kuliner khas Sawan. Meskipun olahan kuliner yang  dijual tak akrab di lidah generasi  'zaman now',  namun makanannya selalu ramai diserbu pengunjung, terutama untuk mendapatkan Jukut Buangit.


Bahkan dalam sehari, dirinya bisa menjual hingga 120 bungkus Jukut Buangit. Jumlah itu belum termasuk mereka yang makan di tempat. Tak jarang pula, pembeli harus kecewa lantaran Jukut Buangitnya keburu habis


Menurutnya, menu favorit yang sering dicari pengunjung adalah Jukut Buangit dengan lauk Sudang Lepet dan Palem Udang. “Jukut Buangit paling laris. Selama Bulfest, tiap hari buat 10 kilogram Daun Buangit untuk dijadikan sayur, selalu habis,” akunya jepada Bali Express ( Jawa Pos Group), Jumat (3/8) kemarin.



Terlebih, sambung Sadiardi, Jukut Buangit memang kian jarang ditemui lantaran jarang ada yang mau menjualnya. Hanya saja, di desanya, Sangsit, Jukut Buangit hingga kini masih eksis dan tetap menjadi menu sederhana masyarakat di desanya.“Rasanya enak, asem sedikit pahit. Tetapi banyak yang suka,” ujarnya.



Berbeda dengan Stand Kuliner Wilayah Buleleng Timur, Kecamatan Tejakula. Stand ini menyajikan menu khas Tejakula, yakni Mengguh. Menu ini mirip seperti bubur beras dengan kuah berwarna kekuningan yang terbuat dari kaldu  ikan laut.



Rasa kaldu ikan laut begitu terasa saat Mengguh dinikmati yang disajikan dengan sayur kecambah kedelai dengan bumbu kacang tanah. “Hampir setiap Bulfest, menu Mengguh selalu dijual,  karena makanan khas orang Tejakula,” ujar Nyoman Artini, warga Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, kemarin.
Selain Mengguh, Artini juga menjual minuman tradisional lainnya, seperti Tuak Manis. Minuman ini sengaja dibuat khusus sehingga tidak memabukkan. “Kami juga jual Singkong yang direbus dengan Tuak. Rasanya enak dan sangat diminati pembeli,”tutupnya.



Sederet menu kuliner lainnya  yang dijajakan di sepanjang ruas Jalan Veteran tetap menjadi rebutan pengunjung. Seperti Rawon dan Lawar Kebo, Belayag, Bakso, Babi Guling, dan beragam jenis minuman tradisional yang menggugah selera.


Tak hanya menonjolkan wisata kuliner, sejumlah kegiatan yang diselenggarakan juga berisi wisata edukasi bagi anak-anak. Seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang menggelar Lomba Menggambar dan Mewarnai tingkat TK PAUD , SD, dan SMP se-Kabupaten Buleleng.
Kegiatan yang bertempat di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng ini,  dipadati peserta sebanyak 600 orang. Dalam kesempatan ini, hadir Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG. didampingi Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Nyonya Aries Suradnyana beserta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd.
Tangan-tangan terampil dari peserta untuk mewarnai dan menggambar, diuji selama dua jam. Penataan warna serta kreativitas tentu menjadi hal penting yang menjadi kriteria dalam perlombaan ini, selain ketepatan waktu yang sudah ditentukan. Tujuan dari kegiatan ini, salah satunya  guna mengembangkan minat dan bakat serta potensi anak di bidang seni lukis, khususnya dalam hal menggambar dan mewarnai.

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng