Kapolsek Panakkukang Kompol Azis mengatakan, pelaku penculikan yang disertai pembunuhan tersebut yakni, AD (17) dan MF (14) telah diringkus. “Para pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing. Mereka masih di bawah umur,” ujar Azis, Selasa (10/1).
Dijelaskan Azis, awalnya ibu korban melaporkan kejadian kehilangan anaknya pada Senin (9/1) malam. Kecurigaan sang ibu atas kehilangan anaknya, tambah Azis, lantaran sejak Ahad (8/1), Muhammad Fadli Sadewa tidak kunjung pulang ke rumah sehingga membuat laporan ke pihak kepolisian. “Dari hasil rekaman CCTV tempat korban bermain, pelaku mengajak korban lalu mengiming-imingi uang Rp 50 ribu. Setelah korban ikut dan pelaku membawa korban,” jelas Azis.
Akan tetapi, korban dibunuh lalu mayatnya diikat tali kemudian dimasukkan ke plastik dan dibuang ke bawah kolong jembatan di Kabupaten Maros, tepatnya di Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe. Dari hasil interogasi, pelaku AD mengakui telah melakukan penculikan anak di bawah umur yang disertai pembunuhan berencana.
“Penculikan anak di bawah umur disertai pembunuhan berencana dikarenakan terobsesi di google searching. Website tersebut bertransaksi jual beli organ sell tubuh manusia dengan nilai jutaan dollar,” papar Azis.
Hal yang sama disampaikan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, saat rilis tersangka di kantornya. Kapolres menyebut, motif dari pembunuhan tersebut, terkait dengan ekonomi. Para tersangka masih di bawah umur ini tergiur tawaran di situs internet untuk menjual organ tubuh manusia agar mendapatkan uang banyak.
“Ini tentang jual beli organ tubuh. Dari situ, tersangka terpengaruh. Ingin menjadi kaya. Ingin memiliki harta sehingga muncullah niatnya tersangka melakukan pembunuhan. Rencananya, organ dari anak yang dibunuh ini akan dia jual,” ujar dia. Setelah korban meninggal, kedua pelaku kebingungan, keduanya lalu memasukkan korban ke dalam kantong plastik, lalu dibuang ke Waduk Nipa-nipa. Editor : Nyoman Suarna