BALI EXPRESS-Jembatan kaca di obyek wisata The Geong di kawasan hutan pinus Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pecah.
Akibat peristiwa ini, dua orang wisatawan terjatuh dari jembatan kaca dengan ketinggian 10 meter, seorang meninggal dan satu lagi kritis.
Polres Banyumas telah memulai penyelidikan terkait pecahnya jembatan kaca ini. Polisi menggandeng tim Lab Forensik Polda Jateng untuk menguji kelayakan jembatan kaca di obyek wisata tersebut.
Sebelumnya, kejadian sama terjadi ketika empat wisatawan asal Cilacap tengah berfoto di jembatan kaca The Geong.
Saat jembatan kaca pecah, dua dari mereka tersangkut di jembatan, sementara dua lainnya jatuh ke permukaan tanah.
Kapolres Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi tentang insiden ini sekitar pukul 10.00 WIB.
"Kami datang dan melakukan penyelidikan di tempat kejadian terkait jatuhnya wisatawan," kata Edy Suranta, Kamis (26/10) dikutip dari jawapos.com.
Baca Juga: Terkait Kasus Pemerasan pada SYL, Rumah Ketua KPK Firli Bahuri Digeledah Polda Metro Jaya
Edy menjelaskan bahwa keempat wisatawan tersebut merupakan bagian dari rombongan yang terdiri dari 11 orang dan berasal dari daerah Cilacap.
Mereka sedang menggunakan wahana jembatan kaca, di mana dua di antara mereka mencoba berpegangan pada kayu-kayu atau pengaman jembatan kaca saat jembatan pecah, sementara dua lainnya jatuh ke bawah.
Dampaknya, satu dari dua orang yang jatuh ke bawah tewas, yaitu seorang perempuan berusia 49 tahun (disebut sebagai F), sementara yang lainnya, seorang perempuan berusia 41 tahun (disebut sebagai A), mengalami kondisi kritis.
Kapolres juga menjelaskan bahwa pihak berwenang saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengelola jembatan kaca di objek wisata The Geong. Pemeriksaan ini mencakup pengujian kelayakan jembatan kaca oleh tim ahli atau tim Lab Forensik Polda Jateng.
"Pemeriksaan ini akan menentukan apakah jembatan tersebut layak atau tidak," jelasnya.
Sunarto, seorang saksi mata sekaligus penjaga toilet di lokasi, menggambarkan momen ketika korban-korban tersebut jatuh.
Ia menyebut bahwa para korban, yang semuanya perempuan, tengah berfoto sebelum kejadian itu terjadi. Salah seorang korban berteriak meminta tolong saat jembatan kaca pecah, dan dua di antara mereka tersangkut sementara yang lain jatuh. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express