BALI EXPRESS-Sebagai wujud rasa syukur warga Kampung Mandar, Banyuwangi, Jawa Timur melarung kepala sapi di selat Bali, pada Jumat (17/11).
Acara petik laut ini tidak hanya diwarnai dengan larung kepala sapi, tetapi warga Kampung Mandar juga menggelar kirab adat-tradisi nusantara bertajuk "Festival Kebangsaan, Selametan Bumi Tradisi Adat Mandar."
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi, Muhammad Lutfi, menyatakan bahwa kegiatan di Kampung Mandar ini merupakan implementasi dari program Banyuwangi Rebound yang digagas oleh Bupati Ipuk Fiestiandani.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat Kampung Mandar merajut harmoni bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK),”ungkap Muhammad Lufi dikutip dari Radar Banyuwangi.
Lutfi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan kerukunan antar umat beragama dan antarsuku. Baginya, Banyuwangi adalah gambaran kecil Indonesia, di mana masyarakat berbagai suku dan agama hidup bersama secara damai.
Dengan ini, Lutfi berharap agar masyarakat dapat terus memelihara kerukunan dan saling menghargai satu sama lain.
"Kami berharap kegiatan tersebut dapat membawa keharmonisan. Masyarakat dapat selalu rukun, guyub, dan bersama-sama membangun Banyuwangi lebih maju," katanya.
Kepala Dinas Perikanan, Alief Kartiono, menambahkan bahwa ritual petik laut di Kampung Mandar diadakan sebagai ungkapan rasa syukur. Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah meskipun di tengah cuaca ekstrem, yaitu kemarau panjang yang melanda Banyuwangi dan sekitarnya.
Alief juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan laut. "Karena rasanya makin hari laut seperti makin kotor, meskipun sampah tidak hanya datang dari warga Kampung Mandar. Namun, jika masyarakat sekitar menjaga kebersihan, semoga yang lain dapat meniru langkah positif tersebut," jelasnya.(*)
Editor : Suharnanto Bali Express