Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Heboh Kemunculan Buyuk di Pantai Jepara, Pertanda Apa?

I Putu Suyatra • Sabtu, 23 Maret 2024 | 03:49 WIB

Tangkapan Layar: Munculnya Buyuk di Pantai Jepara. (Instagram Info Kejadian Jepara )
Tangkapan Layar: Munculnya Buyuk di Pantai Jepara. (Instagram Info Kejadian Jepara )

BALI EXPRESS - Warga di Kabupaten Jepara dihebohkan dengan kemunculan Buyuk di Pantai Jepara. Video kemunculan Buyuk itu viral di media sosial pada Senin (18/3).

Salah satunya diunggah oleh akun Instagram Info Kejadian Jepara dengan pertanyaan, "Kemunculan Buyuk di Pantai Jepara, pertanda apa?"

Apa itu Buyuk?

Buyuk adalah pohon rembulung atau rumbia yang terbawa sampai ke laut dalam keadaan berdiri.

Munculnya Buyuk di Pantai Jepara ini ternyata membawa mitos yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Pelaku Usaha Wanita Ini Akui Manfaat Nyata Pinjaman Ultra Mikro BRI Group

Mitos Tentang Buyuk

Menurut masyarakat Jepara, Buyuk hanya muncul satu tahun sekali, dan menandakan berakhirnya musim hujan dan datangnya musim kemarau.

Ada juga yang meyakini bahwa munculnya buyuk ini sebagai pertanda cuaca bagus untuk melaut.

Di sisi lain, ada mitos yang menyebut bahwa kemunculan Buyuk menandakan akan terjadinya banjir atau bencana dari laut.

Bentuk Buyuk

Buyuk adalah pohon rumbia yang mengapung dengan akarnya, sehingga tampak seperti sampan atau pulau kecil yang mengapung.

Baca Juga: Stpol PP Klungkung Pemilik Lahan Tempat Tangga di Dreamland Beach Nusa Penida: Temukan Beberapa Fakta Penting 

Reaksi Warga

Warga Jepara memiliki beragam reaksi terhadap kemunculan Buyuk. Ada yang percaya dengan mitos, ada juga yang tidak.

Asal Usul Buyuk

Menurut legenda, Buyuk adalah simbol perjanjian damai antara Laut Uyara Jawa dan Laut Selatan Jawa.

Dikutip dari akun YouTube Babad Jepara Selendang Sutra Jawa, Buyuk memiliki asal usul yang berakar pada masa pemerintahan Sultan Hadlirin.

Pada masa tersebut, Buyuk menjadi bagian dari proses perundingan damai antara Laut Ujung Jawa yang diwakili oleh Syeh Badawi.

Perjanjian tersebut diadakan dengan Laut Selatan Jawa yang diwakili oleh Pandan Sari atau Belorong.

Prinsip-prinsip Perjanjian Rembulung Jawa yang disepakati antara lain:

  • Berbuat baiklah, jangan membawa keburukan (Yang baik jangan dilibatkan dengan yang buruk).

  • Yang buruk, biarlah menjadi buruk (Yang buruk, biarlah menjadi buruk).

  • Yang baik, jangan disalahkan (Yang baik jangan disalahkan).

  • Hindari menyebarkan berita palsu (Jangan menyebarkan berita palsu).

Masyarakat Jepara meyakini bahwa kemunculan Buyuk terjadi ketika pohon Rembulung terbawa oleh banjir dan sampai ke laut dalam keadaan tegak, menjadi pertanda akan datangnya musim kemarau.

Syeh Badawi juga dikenal dengan beberapa nama di antaranya Makam Mbah Baidowi Bambang, Mbah Baidowi Kemambang, atau Mbah Rembulung Kemambang.

Beliau berasal dari Desa Ujung Watu, Donorojo, Kabupaten Jepara.

Kemunculan Buyuk di Pantai Jepara menjadi fenomena menarik yang memicu berbagai reaksi dan interpretasi dari masyarakat. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#mitos #bencana #nelayan #Perjanjian #kemarau #buyuk #pantai jepara