Lima Pelajar SMA dan SMP Terjaring Razia di Kafe, AKP Nyoman Diana: Mereka Sedang Konsumsi Miras
I Putu Suyatra• Selasa, 23 April 2024 | 18:49 WIB
Sejumlah pelajar yang terjaring razia menjalani tes urine di Mapolresta Mataram, Minggu (21/4) dini hari. (Toni/Lombok Post)
BALI EXPRESS - Sebanyak lima pelajar SMA dan SMP diamankan dalam razia miras yang dilakukan di sebuah kafe di wilayah Karang Medain, Kota Mataram. Mereka terbawa ke Polresta Mataram untuk proses lebih lanjut.
"Ada lima orang anak yang kami dapati sedang mengonsumsi miras," kata AKP I Nyoman Diana Mahardika, Wakasatreskrim Polresta Mataram menjelaskan, Minggu (21/4) dini hari.
Para pelajar tersebut diketahui berasal dari salah satu SMP dan SMA di Kota Mataram.
Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan asal sekolah mereka.
"Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua mereka," tambahnya.
Sebelumnya, ketika tim Satreskrim Polresta Mataram mendatangi kafe di wilayah Karang Medain, tampak sepi dari luar.
Namun, begitu tim masuk ke lantai dua dan tiga, sejumlah remaja terlihat tengah mengonsumsi miras.
Tidak hanya laki-laki, sejumlah perempuan juga ditemukan berada di kafe tersebut.
Para pelajar tersebut diamankan karena dicurigai mengonsumsi narkoba.
Namun, setelah dilakukan tes urine oleh pihak Satresnarkoba Polresta Mataram, mereka semua dinyatakan negatif.
Razia ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kapolresta Mataram yang mengimbau para pelajar untuk tidak berada di luar rumah pada pukul 23.00 WITA.
Ipda Adhitya Satrya, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Mataram, mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu terjadi aksi perkelahian remaja di Jalan Airlangga.
Aksi tersebut dipicu oleh pengaruh miras.
"Dari penyelidikan, kami mengetahui bahwa mereka mabuk setelah minum di kafe yang ada di Karang Medain. Oleh karena itu, kami melakukan razia di tempat tersebut," ujarnya.
Para pelajar tersebut akan diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian dan para orang tua agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Adik-adik ini masih butuh bimbingan dan pembinaan terutama pengawasan dari orang tua dan keluarga serta kita semua," kata Adhitya.
Kronologi Razia
Tim Satreskrim Polresta Mataram mendatangi kafe di wilayah Karang Medain, Kelurahan Mataram Barat.
Dari luar, kafe tampak sepi.
Saat naik ke lantai dua dan tiga, terlihat sejumlah remaja ramai mengonsumsi miras, termasuk perempuan.
Para pelajar tersebut diamankan karena dicurigai mengonsumsi narkoba.
Tes urine oleh Satresnarkoba Polresta Mataram menunjukkan hasil negatif.
Alasan Razia dan Dampak Miras
Razia menindaklanjuti surat edaran Kapolresta Mataram agar pelajar tidak berada di luar rumah pada pukul 23.00 Wita.
Tindakan ini diambil karena laporan masyarakat dan beberapa kasus perkelahian dan penganiayaan akibat pengaruh miras.
Baru-baru ini, terjadi aksi perkelahian remaja di Jalan Airlangga akibat pengaruh miras.
Langkah Selanjutnya
Para pelajar dibina agar tidak mengulangi dan membiasakan diri mengonsumsi miras.
Pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mengawasi anak dan bersama-sama mencegah mereka mengonsumsi miras.