Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Kecelakaan Maut: Tiga Nyawa Melayang dalam Dua Insiden Tragis

I Putu Suyatra • Senin, 14 Oktober 2024 | 15:09 WIB
NAHAS : Dua korban yang terlibat kecelakaan tragis di Lingkar Timur, Candi sedang dievakuasi, Kamis (10/10). (IST)
NAHAS : Dua korban yang terlibat kecelakaan tragis di Lingkar Timur, Candi sedang dievakuasi, Kamis (10/10). (IST)

BALIEXPRESS.ID - Sidoarjo kembali berduka setelah dua kecelakaan maut yang mengakibatkan tiga nyawa melayang dalam waktu bersamaan.

Pada Kamis, 10 Oktober 2024, masyarakat setempat dikejutkan dengan insiden mengerikan yang terjadi di dua lokasi berbeda.

Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 13.15 di Jalan Raya Lingkar Timur, tepatnya di sebelah barat jembatan Desa Klurak, Kecamatan Candi.

Dua pengendara motor, Anvasa Ithriyyah dan Sofiya Erlina, yang masing-masing berusia 20 tahun, tewas mengenaskan setelah ditabrak oleh sebuah truk Fuso.

Keduanya diketahui merupakan warga Sidoarjo; Anvasa berasal dari Kelurahan Gebang, sedangkan Sofiya tinggal di Kelurahan Urangagung.

Informasi dari saksi mata, Rudi, menyebutkan bahwa Honda Vario nopol W 2428 VN yang dikendarai kedua korban melaju dari arah timur ke barat saat tiba di tikungan yang cukup tajam.

“Truk Fuso yang dikemudikan oleh Moch Ichwan, 35, melaju dari arah berlawanan dan berusaha menyalip truk trailer di depannya,” ungkap Rudi.

Nahas, saat menyalip, truk Fuso tersebut melaju terlalu ke kanan, melanggar marka jalan dan tidak memperhatikan kendaraan di depannya. Akibatnya, tabrakan pun tak terhindarkan.

“Kedua pengendara terlempar hingga melewati guardrail,” jelas Rudi. Anvasa sebagai pembonceng dan Sofiya sebagai pengendara, keduanya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Kecelakaan belum berakhir di situ. Sekitar waktu yang sama, sebuah Yamaha Nmax yang dikemudikan oleh Hery Kiswanto, 38, melaju dari arah yang sama dan menabrak Honda Vario yang terjatuh.

Warga setempat menduga bahwa sopir truk Fuso mungkin dalam keadaan mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.

Dalam kecelakaan kedua yang terjadi di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, seorang pria tewas setelah terserempet bak truk.

Insiden ini terjadi saat korban yang tidak diketahui identitasnya mengendarai Honda Scoopy tanpa nomor polisi.

Menurut keterangan saksi, Andriansyah, korban sedang melaju dari arah timur ke barat ketika bersenggolan dengan motor lain, menyebabkan sepeda motor oleng dan akhirnya terserempet truk yang melaju dari arah yang sama.

“Korban jatuh dengan keras dan meninggal di lokasi kejadian. Darahnya berceceran di tengah jalan,” ungkap Andriansyah. Sayangnya, sopir truk tersebut melarikan diri dari lokasi setelah kejadian, dan korban tidak menggunakan helm pada saat kecelakaan terjadi.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ony Purnomo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, dan mengamankan barang bukti terkait kedua insiden tragis ini.

Dengan dua kecelakaan yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan, masyarakat Sidoarjo diingatkan akan pentingnya keselamatan berkendara dan kewaspadaan di jalan raya. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kecelakaan #sidoarjo