Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE! Duel Berdarah Antara Polisi Cepek: Penghasilan Menggiurkan, Pelaku Pembacokan Ngaku Tak Menyesal, Ini Alasannya 

I Putu Suyatra • Sabtu, 2 November 2024 | 19:37 WIB
DUEL : Dua orang polisi cepek berduel dengan membawa Sajam di duga berbuat lahan di dekat waduk Bunder, Kecamatan Kebomas. (Yudhi Radar Gresik)
DUEL : Dua orang polisi cepek berduel dengan membawa Sajam di duga berbuat lahan di dekat waduk Bunder, Kecamatan Kebomas. (Yudhi Radar Gresik)

BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Raya Dr. Wahidin Hudiroshusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada Rabu (30/10) ketika dua orang polisi cepek terlibat perkelahian yang mengerikan.

Perkelahian ini melibatkan senjata tajam dan berujung pada luka-luka, menimbulkan rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan warga setempat.

Imron Rosidi, 51 tahun, warga Tambak Wedi, Surabaya, dan Rahman, 48 tahun, asal Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tlogo Pojok, menjadi terduga pelaku carok dalam insiden ini.

Rahman mengalami luka serius di bagian tangan dan saat ini masih dirawat di RSUD Ibnusina, Gresik.

Keduanya terlibat dalam perkelahian menggunakan celurit dan besi cor, yang tidak hanya mengakibatkan cedera fisik tetapi juga menyebabkan kemacetan parah di kawasan Bunder.

Perkelahian ini dipicu oleh ancaman Rahman kepada Imron untuk berhenti bekerja di kawasan Waduk Bunder.

“Kemarin, Rahman mengusir saya dan mengancam akan membunuh jika saya tidak pergi,” ungkap Imron. 

Merasa terancam, Imron pun bersiap dengan celurit saat mereka bertemu.

Ketika perkelahian terjadi, Imron mengaku terjatuh dan diserang oleh Rahman dengan besi cor.

Dengan pengalaman 10 tahun sebagai polisi cepek, Imron mengatakan penghasilannya bisa mencapai Rp 7,5 juta per bulan.

“Saya tidak menyesal mempertahankan pekerjaan ini,” ungkapnya.

Meski menjadi sumber penghasilan, keberadaan polisi cepek di Gresik juga menimbulkan konflik, terutama terkait pembagian wilayah.

Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Ipda Arif Dwi Kurnia, mengkonfirmasi bahwa satu pelaku telah diamankan bersama barang bukti berupa celurit dan besi cor.

Namun, dampak dari perkelahian ini tidak hanya fisik; kemacetan yang terjadi menyebabkan seorang wanita pengendara sepeda motor terlibat kecelakaan akibat tersenggol kendaraan lain.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyoroti potensi masalah yang lebih besar.

“Kasus seperti ini bisa jadi bom waktu. Kami meminta Dishub untuk mendata keberadaan polisi cepek, agar tidak terjadi keributan serupa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengaturan yang lebih baik bagi mereka yang bertugas mengatur lalu lintas.

Peristiwa ini menjadi viral di media sosial, menarik perhatian publik dengan video yang menunjukkan duel sengit antara dua pria bersenjata tajam di dekat gapura selamat datang Kabupaten Gresik.

Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keberadaan polisi cepek, masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#gresik #polisi cepek