Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jadi Kuliner Nusantara, Sate Muncul sejak Abad ke 15, Begini Sejarahnya

I Putu Mardika • Rabu, 13 November 2024 | 02:18 WIB

Sate Sapi yang menjadi menu andalan kuliner nusantara
Sate Sapi yang menjadi menu andalan kuliner nusantara
BALIEXPRESS.ID-Sate menjadi kuliner Nusantara yang kaya akan rasa. Bahkan, di setiap daerah sate dibuat dengan bahan yang beragam dengan citarasa lokal yang lezat dan nikmat.

Sate merupakan kuliner yang dibuat dari potongan daging sapi, daging ayam, daging kambing, babi dan ikan.

Daging sate ini dipotong kecil-kecil seperti dadu yang kemudian di tusukan pada tusukan sate yang pada umumnya dari bambu kemudian dibakar di atas bara api arang. Kemudian diberi bumbu sesuai dengan macam-macam dari jenis sate tersebut.

Di Indonesia dengan keragaman suku budaya dan keragaman hayatinya, pengolahan sate menjadi bervariasi.

Ada Sate Buntel, salah satu makanan khas dari Surakarta, yang dibuat dari daging kambing yang di cincang dan kemudian dibungkus dengan lemak, dimakan bersama dengan sambal kecap.

Sate Madura, berasal dari Madura yang dibuat dari daging ayam dengan ciri khas bumbunya dengan penambahan kemiri pada sambal kacangnya.

Sate Maranggi, berasal dari Purwakarta, Jawa Barat yang terbuat dari daging sapi atau kambing. Yang membedakan dari sate ini adalah bumbu sambalnya yang terbuat dari kecap beradu padu dengan rasa asam dan pedas.

Sate Padang, dibuat dari dagig sapi dan lidah sapi menggunakan bumbu kental dengan paduan sambalnya ditambahkan dengan kunyit dan jintel dan tepung sagu sebagai pengentalnya.

Sate Ponorogo, berasal dari Jawa Timur, Ponorogo yang dibuat dari daging ayam, ciri khas dari sate ini adalah bentuk pemotongan dagingnya yang tidak dipotong dadu melainkan disayat tipis yang ketika dibumbui dilakukan dengan direndam seperti cara di bacem.

Sate Tegal, dari tegal dengan menggunakan daging kambing atau domba muda, daging ini dikombinasikan dengan lemak, hati atau ginjal yang dibakar dengan menggunakan arang batok kelapa. Tujuannya adalah untuk menghasilkan aroma yang khas.

Sate Lilit, berasal dari daerah Klungkung Bali yang dibuat dari daging ikang Tenggiri. Pengolahannya dengan cara menghaluskan daging ikan terlebih dahulu kemudan dililitkan pada batang daun sereh, yang kemudian disantap dengan sambal matah.

Dalam berbagai refrensi disebutkan bahwa jenis makanan Sate ini diciptakan pertama kali oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke19.

Fakta menunjukkan bahwa Sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab ke Indonesia.

Ini pula yang kemudian menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan Sate yang disukai oleh warga keturunan Arab

Sejarah makanan khas ini beragam, ada yang mengatakan bahwa makanan ini berasal dari India, ada juga berasal dari Arab.

Versi asal muasal lahirnya sate di Indonesia dibagi jadi dua yaitu versi pertama lahir pada abas ke-15 yang dibawa oleh pedagang Arab yang datang ke Indonesia.

Diceritakan bahwa mereka datang mengenalkan Islam juga mengenalkan kebab ke penduduk Jawa.

Di Arab sendiri daging biasa diolah dengan cara dibakar dan dinamakan Kebab. Versi kedua yaitu yaitu asal muasal sate dikenalkan dari pedagang India yang datang ke pulau Jawa dan mengenalkan sajian daging ditusuk ini.

Di Indonesia, sate dikenal berasal dari Ponorogo, Jatim sejak abad ke-15. Kata Sate diambil dari bahasa Jawa yakni ‘Sak Beteng’ yang berarti ‘satu tusuk’.

Pada abad ke15, Sate diketahui Bupati Ponorogo Pertama setelah penaklukan Ponorogo, dan menjadi makanan Warok (tokoh masyarakat) pada kala itu

Asal usul makanan Sate yang bisa dipastikan adalah bahwa makanan ini adalah makanan yang sudah tua, terbukti dari adanya buku makanan berjudul ‘Kitab Masak-Masakan India Jang Tersedoet, Bagaimana Orang Orang Sadiakan

Segala Roepa-Roepa Makanan, Maniesan, Atjaran dan Sambalan- Indisch Kooboek’ yang terbit pada tahun 1843 oleh Ukena & Co.

Dalam buku lama ini tertuang bagaimana resep makanan Sate yang dianggap sebagai makanan dari India.

Buku ini menjadi bukti sejarah bahwa makanan Sate adalah salah satu bentuk makanan dan masakan dari India yang kemudian bercampur dengan rempah-rempah dan kearifan lokal dari bumi Nusantara

Selain itu, buku lainnya adalah adanya yang mencatat tentang makanan Sate yang ditulis dalam bahasa Jerman yang tertuang pada buku yang berjudul ‘Indonesiasisch Kookboek’ yang berarti ‘selamat makan’

Kemudian sate juga diulas pada buku Kookboek Tahun 1999, Edisi ke 14 Buku ini terbit pada tahun 1999 oleh Koninklijke Marine. Dalam buku ini juga terdapat resep Makanan Sate dalam bahasa Belanda yang diabadikan pada tahun-tahun sebelum tahun 1999.

Sate pada Buku Indonesisch Kookboek Tahun 1999, Edisi ke 14 Ini adalah salah satu gambaran halaman yang menunjukkan bahwa dalam bukut tersebut sudah ada resep Makanan Sate yang ditulis dalam bahasa Belanda.

Dalam buku tersebut mengatakan ada beragam macam daging yang bisa digunakan dalam pembuatan sate yaitu daging sapi yang diyakini sangat pas dan empuk, bisa daging ayam, daging babi, domba, sapi muda dan juga kambing.

Dalam buku ini juga menampilkan tata cara pembuatan sate secara umumnya seperti daging dipotong kubus, kemudian ditusuk dengan batang bambu yang sudah dibentuk seperti stik, lalu dimasukkan dalam saus tertentu (kecap, air, bawang merah, bawang putih dicincang kasar) selama 2-3 jam. Setelah itu dipanggang diatas api arang yang menyala.

Adanya buku-buku tersebut menjadi satu bukti sejarah bahwa makanan Sate ini sudah ada sejak lama dan kemungkinan akan asal usul sejarah Sate ini berasal dari pendatang India.

Namun hal ini tidak bisa menjadi kesimpulan akhir karena asal usul sejarah dari Sate masih membutuhkan penelitian lanjutan terkait dengan pengadaan dokumentasi sejarah makanan nusantara.

Terlebih lagi ditemukan fakta ilmiah terkait cara memasak Sate dengan memanggang merupakan hasil proses akulturasi dari Tionghoa Peranakan meskipun pada akhirnya hasil makanan yang dibuat bukanlah jenis makanan Sate

Beragam versi terkait asal usul sejarah makanan Sate merupakan satuan cerita menarik tentang tingginya cita rasa adiboga di Indonesia akibat akulturasi budaya dan kearifan lokal dari berbagai bangsa yang ada di tanah Bumiputra Indonesia. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#sapi #kambing #nusantara #ayam #citarasa #kuliner #indonesia #sate