BALIEXPRESS.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung tengah menyelidiki kasus penculikan yang menimpa seorang wanita berinisial SA (43) di Jalan Sukanaga, Antapani, Kota Bandung, pada Minggu (8/12).
Menurut pihak kepolisian, pelaku penculikan tersebut diperkirakan berjumlah enam orang.
Kronologi Penculikan yang Mengejutkan Warga Antapani
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rachman, menjelaskan bahwa korban berhasil kembali ke rumahnya pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB.
SA ditemukan setelah diantar oleh seorang supir ojek dari wilayah Pasir Impun, Kota Bandung.
"Dari keterangan korban, diperkirakan ada satu sampai enam orang yang berada dalam satu mobil. Namun, dari suara yang terdengar, kemungkinan ada beberapa orang yang identik atau dikenal oleh korban," ujar Rachman di Bandung, Senin (9/12).
Keterangan Korban: Penculikan di Dalam Kota Bandung
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban menyebut bahwa ia dibawa berkeliling hanya di sekitar Kota Bandung.
"Kami belum mendapatkan banyak informasi mengenai pelaku ataupun ciri-ciri mereka karena korban masih dalam kondisi terkejut dan trauma, terutama karena ia terus menangis saat malam itu," ungkap Rachman.
Tidak Ada Kekerasan, Hanya Kartu SIM yang Diambil Pelaku
Menariknya, dalam kejadian penculikan tersebut, tidak ada harta benda yang diambil oleh pelaku.
Namun, kartu SIM ponsel milik korban dilaporkan hilang.
"Korban tidak mengalami kekerasan fisik ataupun pelecehan seksual selama kejadian. Hanya saja, kartu SIM ponselnya yang diambil," tambah Rachman.
Polisi Masih Mendalami Motif Penculikan
Mengenai motif di balik penculikan ini, polisi mengaku masih belum bisa memberikan penjelasan pasti.
"Kami masih fokus untuk mengejar pelaku dan mendalami penyebab kejadian ini. Kami harap, sore atau malam ini, korban bisa menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Rachman.
Sementara itu, Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika korban dibawa paksa oleh orang tidak dikenal di depan rumahnya.
Video yang beredar di masyarakat menunjukkan momen dramatis ketika pelaku menarik tangan korban sambil menodongkan senjata api, memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil.
"Korban dibawa oleh seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya dengan cara menarik tangan korban masuk ke dalam mobil," jelas Kompol Yusuf.
Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
Hingga saat ini, polisi masih mengejar para pelaku yang terlibat dalam penculikan ini dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkapkan motif serta identitas pelaku.
Kejadian ini membuat warga setempat semakin waspada, sementara pihak kepolisian berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini.
Pentingnya Waspada dan Kerjasama Masyarakat
Penculikan ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap situasi yang mencurigakan di sekitar mereka.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar warga segera melaporkan kejadian-kejadian serupa demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. ***
Editor : I Putu Suyatra