BALIEXPRESS.ID – Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual fisik, IWAS alias Agus Buntung, menjadi sorotan saat menjalani rekonstruksi pada Rabu (11/12).
Di awal rekonstruksi, Agus terlihat mengenakan penutup wajah. Namun, penutup itu dilepas saat beberapa adegan berlangsung.
Dikutip dari Lombok Post, Jumat (13/12), rekonstruksi dimulai sekitar pukul 09.00 WITA di Taman Teras Udayana.
Agus, yang merupakan penyandang disabilitas, tampak mengenakan rompi tahanan dan penutup wajah. Namun, penutup wajah tersebut tidak bertahan lama.
Menurut kuasa hukum Agus, kliennya meminta penutup wajah dilepas karena merasa kesulitan bernapas dan melihat dengan jelas selama proses rekonstruksi.
“Agar klien saya dapat mengikuti rekonstruksi dengan baik, kami meminta penutup wajah dilepaskan,” ujar kuasa hukumnya.
Agus pun tak keberatan wajahnya terlihat oleh banyak orang yang menyaksikan rekonstruksi, baik secara langsung di lokasi maupun melalui pemberitaan media massa.
Ia tetap melanjutkan adegan demi adegan tanpa rasa malu atau keberatan meski wajahnya terlihat jelas.
Rekonstruksi berlangsung di tiga lokasi, yaitu Taman Teras Udayana, Nang’s Homestay, dan jalan di samping Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram.
Di lokasi pertama, Agus memperagakan adegan mendekati korban berinisial MAP yang tengah duduk sendirian.
Adegan berikutnya memperlihatkan bagaimana Agus membujuk korban hingga bersedia diajak ke Nang’s Homestay.
Di homestay tersebut, Agus memperagakan adegan memesan kamar hingga masuk ke kamar nomor 6.
Baca Juga: Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Prestasi BPN Kalbar, PTSL Hampir 100% Tercapai
Meski beberapa adegan berlangsung tertutup, rekonstruksi ini menjadi perhatian masyarakat yang penasaran dengan kasus yang menjerat Agus.
Keberanian Agus melepas penutup wajah di tengah rekonstruksi ini pun memunculkan berbagai tanggapan dari publik.
Kasus ini melibatkan belasan korban, termasuk anak di bawah umur, dan Agus menghadapi ancaman hukuman berat atas perbuatannya. (*)
Editor : Nyoman Suarna