Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Modus Penipuan Makin Canggih, Manfaatkan Teknologi AI untuk Rubah Suara dan Wajah Jadi Kapolres, Sikat Uang Ratusan Juta

I Putu Suyatra • Kamis, 26 Desember 2024 | 04:27 WIB
PENIPUAN: Nama Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dicatut orang tak dikenal untuk melakukan penipuan melalui WhatsApp, Selasa (24/12). (POLRES JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
PENIPUAN: Nama Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dicatut orang tak dikenal untuk melakukan penipuan melalui WhatsApp, Selasa (24/12). (POLRES JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

BALIEXPRESS.ID – Nama Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menjadi sasaran aksi penipuan canggih yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Modus ini terungkap pada Selasa (24/12), setelah dua korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Pelaku menggunakan teknologi AI untuk menciptakan identitas palsu dan menghubungi korban melalui video call.

Dengan menyamar sebagai Kapolres, pelaku menawarkan kendaraan lelang dengan harga yang menggiurkan, namun akhirnya menipu para korban.

Modus Operandi Penipuan

Kapolres Jepara menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan AI untuk memalsukan wajah dan suara dalam panggilan video.

Hal ini dilakukan untuk meyakinkan korban bahwa mereka benar-benar berbicara dengan Kapolres.

"Pelaku menggunakan video call dengan wajah saya yang dimanipulasi menggunakan teknologi AI. Korban yang sudah mengenal saya menjadi percaya, sehingga terjadi transfer uang," ujar AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Dalam kasus ini, pelaku menawarkan mobil lelang berupa Pajero 2020 senilai Rp400 juta, tetapi korban hanya perlu membayar Rp250 juta.

Tawaran tersebut membuat korban tergiur dan akhirnya mentransfer sejumlah uang.

Kerugian Korban

Dua korban yang merupakan teman Kapolres, berasal dari Jakarta dan Yogyakarta. Korban dari Jakarta mengalami kerugian Rp100 juta, sementara korban dari Yogyakarta merugi hingga Rp135 juta.

"Pelaku juga menghubungkan korban dengan seseorang yang mengaku sebagai pejabat Kejaksaan untuk semakin meyakinkan mereka," tambah Kapolres.

Imbauan Kapolres untuk Masyarakat

Kapolres Jepara menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta-minta sesuatu kepada masyarakat, apalagi melalui media sosial atau pesan pribadi.

"Saya imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan saya," ujar Kapolres.

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan

Modus penipuan berbasis teknologi AI ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan edukasi terkait cara kerja modus penipuan digital.

"Masyarakat perlu memahami dan memverifikasi informasi dengan hati-hati. Menggunakan teknologi keamanan seperti autentikasi dua faktor atau aplikasi anti-penipuan juga sangat membantu," jelasnya.

Era Baru Penipuan Digital

Kemajuan teknologi AI memang memudahkan banyak hal, tetapi juga membuka peluang baru bagi para penipu.

Kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.

Dengan meningkatnya ancaman penipuan berbasis AI, kesadaran masyarakat menjadi benteng utama dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan ini.

Apakah ancaman seperti ini bisa ditekan? Nantikan perkembangan terbaru hanya di sini! *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#teknologi #ai #kapolres #jepara #penipuan