BALIEXPRESS.ID – Puluhan pengusaha katering di Kota Kediri menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dengan dalih sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), para pengusaha ini diminta menyetorkan uang jaminan sebesar Rp1 juta per orang untuk mendapatkan kontrak kerja sama lima tahun.
Total kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp70 juta.
Modus ini dilakukan oleh oknum yang mengaku berasal dari Kelompok Masyarakat Manunggal Cipto Roso (Pokmas MCR) dan mengklaim telah memenangkan tender dari Kodim 0809 Kota Kediri.
Para korban yang tergiur dengan janji kontrak penyediaan ribuan kotak makanan pun rela menyetorkan uang, hanya untuk akhirnya menyadari bahwa mereka telah ditipu.
Ketegangan di Kediaman Oknum
Ketika tidak ada kejelasan mengenai kontrak maupun pengembalian uang, para pengusaha katering mendatangi salah satu oknum Pokmas di rumahnya.
Alih-alih mendapat solusi, pertemuan itu justru berujung pada ketegangan antara kedua belah pihak.
Salah satu korban, Diah, mengungkapkan awal mula dirinya tergiur bekerja sama dalam program tersebut.
“Awalnya berjalan baik tanpa ada pembayaran. Tapi beberapa minggu kemudian, kami diminta setor Rp1 juta sebagai jaminan masuk kelompok,” katanya, Senin (30/12).
Diah bahkan menyetor Rp2 juta untuk kesanggupan menyediakan 2.000 kotak makanan.
Ia sempat berpikir positif bahwa uang tersebut akan dikembalikan pada Desember 2024 sesuai perjanjian.
Namun, hingga kini tak ada tanda-tanda uang itu kembali.
Oknum Mantan Pengurus Pokmas
Penasihat Pokmas MCR, Nuriko Pramega, menegaskan bahwa Pokmas tidak pernah memungut biaya dari sub yang ingin bergabung.
Ia juga menjelaskan bahwa oknum berinisial M, yang menjadi dalang penipuan ini, sebenarnya sudah tidak lagi menjadi bagian dari Pokmas.
“M ini memanfaatkan nama Pokmas untuk menarik iuran jaminan. Padahal, kami tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti itu,” ujar Nuriko.
Menurutnya, nama baik Pokmas ikut tercoreng akibat ulah M.
Meski demikian, Nuriko mengatakan pihaknya masih mencoba menyelesaikan masalah secara internal lantaran M menunjukkan itikad baik untuk mengembalikan uang para korban.
Kerugian Besar dan Pelajaran Berharga
Kasus ini menjadi peringatan bagi banyak pihak agar lebih waspada terhadap janji manis dan iming-iming program pemerintah yang tidak disertai kejelasan.
Meski proses penyelesaian sedang berlangsung, banyak korban masih berharap agar pelaku bertanggung jawab penuh.
Apakah ini akhir dari drama penipuan katering di Kediri? Atau ada fakta lain yang akan terungkap? Kita tunggu perkembangan selanjutnya! ***