BALIEXPRESS.ID- Berdasarkan pemindaian tulang (Bone Scan) gratis dari Anlene™ tahun 2024, sekitar 50 persen (67.547) dari 150 ribu peserta menunjukkan risiko osteoporosis sedang ke tinggi.
Dari hasil pemindaian tersebut, peserta dalam kategori ini memiliki angka kepadatan tulang yang rendah sebesar <-1.0.
Yang artinya tergolong osteopenia yang dapat berlanjut menjadi osteoporosis apabila tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu, Fonterra Brands Indonesia melalui Anlene™ bekerja sama dengan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI),
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan osteoporosis dan meluncurkan kegiatan Jalan Kaki 10 Ribu Langkah di Plaza Tenggara GBK.
President Director, Fonterra Brands Indonesia, Yauwanan Wigneswaran mengatakan Anlene™ merupakan pionir di bidang kesehatan tulang selama puluhan tahun.
Anlene™ selalu konsisten menginspirasi masyarakat Indonesia agar tetap hidup aktif dan sehat hingga lansia sejak dimulai pada tahun 2007.
”Hari ini kami menggaungkan kembali semangat untuk mencegah osteoporosis, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan tulang sejak dini,,” ungkapnya.
Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG) menyatakan osteopenia terjadi karena proses resorpsi berlebihan.
Yang dominan dibandingkan dengan formasi tulang sehingga menyebabkan kerusakan mikroarsitektural pada tulang.
Beberapa faktor seperti usia tua, penurunan estrogen, dan kurangnya aktivitas fisik dapat mendorong ketidakseimbangan yang pada akhirnya meningkatkan risiko osteoporosis.
“Jalan kaki 10.000 langkah sangat direkomendasikan untuk menjaga kepadatan tulang dan memperlambat proses penurunan massa tulang,” jelasnya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, M, menegaskan pentingnya pencegahan dan deteksi dini.
Karena osteoporosis sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi kerusakan tulang, yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
“Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah sejak dini melalui pola hidup sehat, nutrisi yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan rutin,” terangnya.
Editor : IGA Kusuma Yoni