Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Seorang Wanita Cantik Jadi Korban Mutilasi: Jasadnya Ditemukan di Dalam Koper

I Putu Suyatra • Sabtu, 25 Januari 2025 | 04:06 WIB

Foto korban mutilasi Uswatun Khasanah, 29, semasa hidup. Petugas kepolisian mengevakuasi koper merah berisi jasad korban. (ISTIMEWA)
Foto korban mutilasi Uswatun Khasanah, 29, semasa hidup. Petugas kepolisian mengevakuasi koper merah berisi jasad korban. (ISTIMEWA)
 

BALIEXPRESS.ID - Sebuah pembunuhan sadis disertai mutilasi kembali menggemparkan publik. Kali ini, jasad seorang wanita cantik ditemukan terbungkus di dalam koper berwarna pink, Kamis (24/1).

Kasus ini menimbulkan banyak teka-teki dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Korban diketahui bernama Uswatun Khasanah (UK), seorang wanita berusia 29 tahun asal Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Jenazah UK ditemukan di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Penemuan ini langsung memicu perhatian masyarakat luas.

Kronologi Penemuan Koper Maut

Kejadian bermula saat warga menemukan koper mencurigakan di tepi jalan. Setelah dibuka, mereka terkejut melihat isi koper yang ternyata adalah tubuh manusia.

Pihak kepolisian yang segera tiba di lokasi memastikan bahwa jasad tersebut adalah UK, yang telah dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya.

Kapolsek Garum, AKP Punjung Setyo, mengonfirmasi identitas korban setelah mencocokkan ciri-ciri fisik yang dikenali oleh pihak keluarga.

"Pihak keluarga meyakini korban adalah UK setelah melihat ciri-ciri jasad," ujarnya kepada awak media, Jumat (24/1).

Tragedi di Balik Sosok Korban

UK adalah seorang ibu dengan dua anak yang masih kecil, berusia 7 dan 10 tahun.

Dia diketahui bekerja di Tulungagung untuk menghidupi keluarganya, sementara kedua anaknya tinggal bersama nenek di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum.

Menurut keluarga, UK terakhir berpamitan pada Jumat (17/1) untuk bepergian, tetapi tidak memberi tahu ke mana tujuannya.

Sejak saat itu, pihak keluarga tidak dapat menghubungi ponselnya.

Kekhawatiran keluarga memuncak hingga akhirnya menerima kabar duka pada Kamis malam (24/1) dari pihak kepolisian.

"Korban biasanya selalu memberi kabar atau pulang setiap minggu untuk menemui anak-anaknya," ungkap sang ayah kandung, Nur Khalim, yang masih terpukul atas kejadian ini.

Duka Mendalam dan Harapan Keluarga

Jenazah UK dipulangkan ke Blitar pada Jumat malam untuk dimakamkan di Desa Sidodadi, tempat asal ibunya.

Meski UK tercatat sebagai warga Desa Bence, pihak keluarga memutuskan untuk memakamkannya di tempat tinggal neneknya.

Ayah tiri korban, Hendi Suprapto, mengungkapkan rasa terkejut atas tragedi ini.

"Kami berharap kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan ini. Ini sangat kejam dan tidak manusiawi," ujarnya.

Pengasuh anak-anak korban, Ana Yulianti, terakhir kali bertemu UK pada Jumat (17/1).

Menurutnya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat itu. "Dia hanya berbasa-basi biasa dan menemui anak-anaknya seperti biasa," jelas Ana.

Penanganan Kasus oleh Kepolisian

Saat ini, jenazah UK masih berada di RSUD Dr. Soeroto Ngawi untuk pemeriksaan forensik. Pihak kepolisian tengah mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan korban.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Publik pun menantikan hasil penyelidikan polisi untuk mengungkap tabir di balik kasus mutilasi ini. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #blitar #mutilasi #tulungagung